KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Ciputra Surabaya (UC) menggelar program Safety Driving Education (SADIVE) 2025, sebuah festival edukasi keselamatan berkendara yang menggabungkan pendekatan interaktif, visual, dan pengalaman langsung. Program yang digagas Mentoring Department UC bersama Satlantas Polrestabes Surabaya ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan mahasiswa.
Ketua SADIVE 2025, Michelle Mercy Phe, menilai pendekatan experiential learning ini penting karena banyak kecelakaan terjadi akibat kurangnya pemahaman. “Banyak kecelakaan bukan hanya karena kelalaian, tetapi juga ketidaktahuan. Dengan pengalaman langsung seperti ini, kami berharap mahasiswa aware sejak awal bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Tingginya angka kecelakaan anak muda menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Data Korlantas Polri 2024 mencatat lebih dari 152 ribu kasus kecelakaan, dengan rentang usia 17–25 tahun sebagai kelompok paling banyak terlibat. AKP Santa Yulia, SH, Kanit Kamsel Satlantas Polrestabes Surabaya, menilai SADIVE lebih efektif dibanding ceramah biasa. “Mahasiswa lebih mudah menyerap edukasi yang disampaikan secara interaktif, visual, dan kontekstual,” katanya.
Mengusung tema DRIVERSE: Navigating the World of Safety, pameran dua hari ini dirancang dengan konsep See, Reflect, Act. Beragam booth edukatif dihadirkan, mulai dari Investigasi TKP, Memory Card Rambu Lalu Lintas, Mitos atau Fakta bersama polisi, Simulasi Parkir Tim, hingga Emergency Case yang menguji kemampuan menghadapi situasi darurat.
Dalam booth Investigasi TKP, peserta diminta menyusun rekonstruksi kecelakaan untuk mengidentifikasi penyebab dan langkah pencegahan. Booth Memory Card rambu lalu lintas mengajak mahasiswa memperkuat ingatan visual, sementara sesi Mitos atau Fakta membantu meluruskan kesalahpahaman umum yang sering terjadi di jalan. Simulasi parkir berbasis teamwork melatih koordinasi dan pengambilan keputusan, sedangkan booth Emergency Case menguji respons terhadap masalah seperti ban bocor atau rem blong.
Benaya Christofer Ferdianato, mahasiswa Visual Communication Design semester 1, mengaku mendapatkan refleksi penting dari kegiatan ini. “Saya sering memakai headset untuk dengar musik saat bermotor, dan itu pernah membuat saya jatuh. Sekarang saya memilih untuk konsentrasi tanpa mendengarkan musik,” katanya.
Head of Student Affairs UC, Novi Rosita, S.Psi., M.M., menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa baru. “Mahasiswa UC, khususnya angkatan 2025, kami wajibkan mengikuti exhibition ini karena SADIVE 2025 dirancang sebagai edukasi keselamatan berkendara yang fun, kolaboratif, dan dekat dengan keseharian mereka. Kami ingin mahasiswa pulang dengan kesadaran baru bahwa keselamatan bukan sekadar aturan, tetapi budaya yang perlu dibangun sejak dini,” pungkasnya.(tok)
