RI vs Malaysia Berebut Status Buah Nasional untuk Durian

oleh -794 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Polemik soal klaim komoditas kembali terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Kali ini, durian—si “raja buah”—menjadi rebutan setelah Malaysia mengusulkan durian sebagai buah nasional mereka, sementara Indonesia menegaskan bahwa secara sejarah, data, dan keragaman spesies, Nusantara memiliki landasan lebih kuat.

Usulan agar durian ditetapkan sebagai buah nasional Malaysia datang dari Durian Manufacturer Association (DMA). Organisasi tersebut telah mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan Malaysia untuk memberikan status buah nasional kepada durian, termasuk menetapkan 7 Juli sebagai Hari Durian Nasional, bertepatan dengan puncak musim panen.

Presiden DMA, Eric Chan, menyebut durian memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Malaysia dan menjadi bagian dari identitas budaya.

“Setiap orang Malaysia memiliki kisah tentang durian—sebuah tradisi dan kenangan yang mempersatukan kita,” ujar Chan. Ia juga membayangkan festival besar jika Hari Durian Nasional benar-benar ditetapkan.

Malaysia selama ini terkenal dengan varietas premium seperti Musang King (D197), Black Thorn (D200), dan D24, yang mendongkrak nilai ekspor durian negara tersebut. Musang King bahkan baru mendapatkan perpanjangan status Geographical Indication (GI) hingga 2034, memperkuat citra Malaysia sebagai produsen durian berkualitas tinggi.

Merespons hangatnya isu tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia memiliki dasar solid untuk menjadikan durian sebagai buah nasional.

“Indonesia memproduksi hampir 2 juta ton durian pada 2024 menurut BPS. Angka ini jauh di atas Malaysia. Dengan fakta ini, saya kira durian adalah Buah Nasional Indonesia,” ujar Zulhas.

Data BPS 2024 mencatat produksi durian nasional mencapai 1,96 juta ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Produksi tersebar hampir di seluruh Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Baca Juga :  Pengamat: Survei Kampus Lebih Independen

Selain volume yang besar, Indonesia juga disebut sebagai pusat keanekaragaman durian dunia. BRIN mencatat Indonesia memiliki 21 dari 27 spesies durian global, serta 114 varietas unggul yang telah terdaftar hingga 2024.

“Durian Nusantara adalah kekuatan kita di Asia, baik secara ilmiah maupun historis,” tegas Zulhas.

Pemerintah Indonesia kini menyiapkan langkah untuk memperkokoh posisi sebagai sentra durian dunia, antara lain:

  • memperkuat branding Durian Nusantara,

  • meningkatkan kualitas produksi dan perbenihan,

  • serta mendorong ekspor durian segar dan produk olahannya.

Dengan potensi genetik terbesar dan produksi yang masif, Indonesia menilai bahwa durian bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga simbol budaya dan identitas nasional.(ara)