Potensi Bandara Doho untuk Pemberangkatan Haji, Jatim Tunggu Keputusan

oleh -698 Dilihat
oleh
Foto: Ilustrasi-Bandara Dhoho Kediri/kilasjatim

KILASJATIM.COM, Surabaya — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengajukan Bandara Doho kediri sebagai alternatif untuk embarkasi dan debarkasi Haji. Namun, Kementerian Haji dan Umroh belum memutuskan dengan pertimbangan beberapa hal.

“Bandara Doho menjadi salah satu alternatif untuk embarkasi haji. Namun sekarang belum masuk dalam keputusan menteri,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono did Surabaya, Senin 17/11/2025).

Meski belum ada keputusan, Nyono optimis dengan Bandara Doho yang memiliki potensi untuk alternatif pemberangkatan haji. Salah satunya, Bandara Doho mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 yang berkapasitas 450–500 penumpang.

Di sisi lain, Bandara Juanda dinilai belum bisa melayani pesawat sebesar Boeing 777 karena keterbatasan landasan.

“Juanda maksimal hanya bisa didarati Airbus 330. Untuk Boeing 777 tidak memungkinkan landing karena kondisi landasan. Perlu perbaikan,” ungkapnya.

Provinsi Jatim sendiri mendapat tambahan kuota haji sebanyak 7.000 jamaah untuk musim haji 2026 yang disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf saat melakukan kunjungan kerja di Surabaya.

Menteri Irfan Yusuf menjelaskan bahwa Jawa Timur berpotensi mendapatkan penambahan sekitar 7.000 jamaah sebagai hasil penyesuaian pembagian kuota nasional dalam kerangka undang-undang yang berlaku

“Secara nasional tidak ada penambahan kuota, namun Jatim memperoleh alokasi sesuai mekanisme pembagian kuota nasional,” ujarnya di Gedung Grahadi, Minggu (16/11) malam.(FRI)

Baca Juga :  Frisian Flag Indonesia Bergerak Maju Bersama, Demi Pemenuhan Gizi Keluarga Indonesia