Bupati Hamid Wahid Ajak Warga Bondowoso Tertibkan Aset Tanah Lewat GEMAPATAS dan PTSL

oleh -906 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah desa untuk aktif mendukung gerakan GEMAPATAS (Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah). Ajakan itu disampaikan Bupati saat menghadiri peluncuran kegiatan yang digelar oleh Kementerian ATR/BPN di Bondowoso.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tanah memiliki nilai penting, baik secara ekonomi, sosial, maupun hukum. Karena itu, penataan batas tanah menjadi langkah awal menuju tertib administrasi pertanahan yang berkeadilan.

“Tanah ini punya nilai besar bagi masyarakat. Sertipikat tanah adalah bukti sah yang memberikan kepastian hukum, melindungi hak kepemilikan, dan mencegah terjadinya sengketa batas,” ujar Bupati Hamid Wahid.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan dukungan penuh terhadap program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang dijalankan Kementerian ATR/BPN. Bentuk dukungan nyata tersebut diwujudkan melalui pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat peserta program.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan seluruh Camat, Kepala Desa, dan Lurah untuk berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut.

“Saya ingin semua jajaran pemerintah desa memastikan agar program ini berjalan maksimal. Aset-aset desa juga harus segera didaftarkan supaya memiliki kepastian hukum dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPN Bondowoso, Zubaidi, mengapresiasi dukungan kuat dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap program nasional ini. Menurutnya, dukungan Bupati Hamid Wahid menjadi energi besar dalam mempercepat pelaksanaan PTSL dan gerakan GEMAPATAS di Bondowoso.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Bondowoso yang telah memberikan dukungan penuh, termasuk pembebasan BPHTB. Kolaborasi antara BPN, Pemkab, dan masyarakat sangat penting agar seluruh tanah di Bondowoso bisa terdaftar dan memiliki kepastian hukum,” ujar Zubaidi.

Baca Juga :  Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Dibuka, Ini Kata Bupati Bondowoso

Ia menambahkan, GEMAPATAS bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menandai, mengukur, dan menjaga batas tanahnya sendiri.

“Dengan GEMAPATAS, masyarakat belajar menata tanahnya secara mandiri. Ini langkah awal menuju Bondowoso yang tertib, aman, dan bebas sengketa pertanahan,” imbuhnya.

Di akhir kegiatan, Bupati bersama Kepala BPN Bondowoso dan masyarakat secara simbolis memasang patok tanda batas tanah, sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tanah untuk kesejahteraan bersama.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.