KILASJATIM.COM, Surabaya – DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna membahas Rencana Kerja dan APBD 2026. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni dan dihadiri Sekda Surabaya Lilik Arijanto, anggota dewan, serta pejabat Pemkot dan BUMD serta undangan.
Enam fraksi menyampaikan pandangan akhir secara aklamasi, sementara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Johari Mustawan membacakan pandangan lengkapnya.
PKS menyoroti program Refuse Derived Fuel (RDF) agar dijalankan hati-hati dan disertai sosialisasi pengadaan tong kompos di Zona Non-Waste (ZNW). Fraksi juga menekankan kesinambungan program PLTSa Benowo untuk pengelolaan sampah yang menyeluruh.
Di sektor perumahan, PKS mengapresiasi peningkatan anggaran rusunami, namun meminta pembangunan rusunawa tetap diprioritaskan karena masih ada lebih dari 10 ribu keluarga penghuni.
“Masih banyak warga yang belum mampu membeli hunian dan hanya bisa menyewa. Saat ini penghuni rusunawa masih di atas 10 ribu keluarga,” ujarnya, Kamis, 6/11/2025.
Terkait pengendalian banjir, PKS menilai anggaran Rp1,1 triliun harus digunakan efektif agar genangan tak berulang. Fraksi juga mengapresiasi tambahan Rp47 miliar untuk kegiatan kepemudaan di tingkat RW.
Bidang pendidikan turut disorot. Meski porsinya mencapai 22,26 persen, PKS mencatat hanya 17,16 persen dikelola langsung Dinas Pendidikan. Fraksi meminta pengawasan ketat agar tepat sasaran.
Di bidang kesehatan, PKS menyoroti kekurangan sekitar 50 dokter dan 80 perawat di puskesmas, serta mendorong fleksibilitas keuangan di RSUD dan puskesmas BLUD agar layanan lebih inovatif.
Sekda Lilik Arijanto menyebut total anggaran disepakati mencapai Rp12,7 triliun. “Dari hasil final pembahasan, disepakati total anggaran mencapai Rp12,7 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, Arif Fathoni berharap APBD 2026 menjadi “kado” Hari Pahlawan yang mendorong pertumbuhan ekonomi Surabaya, dengan proyek strategis seperti pengendalian banjir dan jalan lingkar barat yang ditarget rampung pada 2027.
“Harapan kami, APBD 2026 bisa menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi di Surabaya, baik melalui bantalan sosial maupun proyek infrastruktur yang mendorong ekonomi kawasan,” pungkas Fathoni. (den)




