KILASJATIM.COM, Surabaya — Menjelang keberangkatan haji 2026, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak mempercepat proses penerbitan paspor bagi ribuan calon jemaah melalui layanan jemput bola Eazy Passport. Program ini memudahkan jemaah menyelesaikan tahap administrasi awal tanpa harus antre di kantor imigrasi.
Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Perak, I Gusti Bagus M. Ibrahiem, mengatakan penyelesaian paspor dilakukan di empat kabupaten wilayah kerjanya: Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dan Tuban.
Ia merinci, sekitar 1.500 jemaah di Lamongan, 1.100 di Gresik, 600 di Bojonegoro, dan 1.065 di Tuban telah menerima paspor. “Selama satu bulan terakhir, seluruh permohonan paspor calon jemaah haji sudah tuntas melalui program Eazy Passport,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Menurut Ibrahiem, percepatan ini penting agar jemaah segera dapat melanjutkan proses berikutnya, termasuk pengurusan visa dan tiket. “Dengan paspor selesai di akhir 2025, alur administrasi jemaah bisa berjalan lebih cepat dan teratur,” katanya.
Ibrahiem menjelaskan bahwa Eazy Passport merupakan program nasional Direktorat Jenderal Imigrasi yang menghadirkan layanan langsung di tengah masyarakat melalui pola jemput bola. Layanan ini bisa dimanfaatkan instansi pemerintah, perusahaan swasta, pasien sakit yang membutuhkan paspor, hingga organisasi yang mengajukan permohonan kolektif.
Pelayanan dilakukan secara komunal dengan minimal 20–30 pemohon. “Begitu ada pengajuan kolektif, tim kami akan datang ke lokasi untuk memproses langsung,” tuturnya.
Selain jemput bola, Imigrasi Tanjung Perak tetap melayani masyarakat melalui Unit Layanan Paspor (ULP), Immigration Lounge, dan Unit Kerja Keimigrasian (UKK). Setiap hari, kantor ini memproses rata-rata 400–500 permohonan paspor.
Imigrasi juga menjalin koordinasi dengan Kementerian Agama Kota Surabaya untuk rencana layanan serupa bagi calon jemaah haji Surabaya. “Kami terus berkoordinasi agar pelayanan keimigrasian menjangkau seluruh masyarakat, termasuk jemaah dari Surabaya,” ujar Ibrahiem.(FRI)

