Rupiah Mulai Menguat, Didukung Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

oleh -753 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Nilai tukar Rupiah mulai menunjukkan penguatan setelah beberapa hari berada dalam tekanan Dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (6/11/2025) pagi, Rupiah dibuka menguat 0,15 persen atau naik 25 poin ke posisi Rp16.692 per Dolar AS.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, Rabu (5/11/2025), Rupiah ditutup melemah tipis 0,05 persen atau 9 poin di level Rp16.717 per Dolar AS.

Analis Pasar Uang, Lukman Leong menilai, ruang penguatan Rupiah masih terbuka. “Rupiah berpotensi menguat terhadap Dolar AS hari ini,” ujarnya dalam analisis pasar yang dirilis di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Menurut Lukman, pergerakan Rupiah hari ini diperkirakan berada dalam rentang Rp16.650–Rp16.750 per Dolar AS. Ia menjelaskan, salah satu faktor pendorong penguatan adalah kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal III yang tumbuh lebih baik dari ekspektasi pasar.

“Rupiah kemungkinan menguat didukung oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga. Perekonomian tumbuh lebih kuat dari perkiraan pasar,” jelasnya.

Meski demikian, Lukman menilai penguatan Rupiah masih terbatas. Dolar AS juga tengah menguat setelah rilis data tenaga kerja dan sektor jasa Amerika Serikat menunjukkan kinerja lebih baik dari perkiraan. Data Automatic Data Processing (ADP) mencatat tambahan 42.000 pekerjaan di AS sepanjang Oktober, lebih tinggi dari proyeksi pasar yang hanya 28.000.

Kondisi tersebut mendorong indeks Dolar AS naik ke level 100,28, seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap prospek perekonomian AS.

Selain itu, pasar turut merespons sentimen positif terkait perkembangan sengketa kebijakan tarif era Trump di Mahkamah Agung. “Sentimen risk on oleh harapan Mahkamah Agung membatalkan kebijakan Trump memberikan sentimen positif pada rupiah,” kata Lukman.(ara)

Baca Juga :  Hujan Lebat dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Lamongan

No More Posts Available.

No more pages to load.