Banjir-Longsor Terjang Lumajang, Satu Korban Meninggal, Dua Belum Ditemukan

oleh -345 Dilihat
oleh
(Foto: Istimewa-BPBD Lumajang/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Lumajang – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak Sabtu (1/11/2025) menelan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih hilang dan dalam pencarian.

Korban meninggal diketahui bernama Supandi, warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, yang sebelumnya sempat dirawat di RSUD Pasirian selama dua hari setelah tertimpa pohon saat hujan deras disertai angin kencang dan petir mengguyur wilayah tersebut.

“Korban meninggal dunia Minggu malam setelah dirawat di RSUD Pasirian,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).

Selain korban meninggal, dua warga lainnya dilaporkan hilang, yakni Rika Yulia Safitri (29) dan putrinya Aldafiatul Rifka Salimah (7), warga Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang.

Keduanya hilang saat banjir menerjang Sungai Glidik, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang. Saat kejadian, Rika bersama suami dan anaknya berusaha menyeberangi Jembatan Sesek, namun derasnya arus air tiba-tiba menghanyutkan ibu dan anak tersebut.

“Mereka hendak menyeberang ke Lumajang ketika banjir datang dan akhirnya terseret arus,” jelas Yudhi.

Tim gabungan dari BPBD Lumajang, TNI-Polri, Basarnas, dan warga setempat hingga kini masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Glidik hingga Pantai Bulurejo, wilayah hilir tempat air bermuara ke laut. Kondisi cuaca yang tidak menentu disebut menjadi kendala utama di lapangan.

Sebagai langkah penanganan cepat, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama tujuh hari, terhitung 1–7 November 2025.

Langkah ini memungkinkan pengerahan sumber daya tambahan untuk operasi pencarian korban, evakuasi warga terdampak, serta perbaikan infrastruktur sementara.

Baca Juga :  Belasan Motor Mogok Usai Isi Pertalite, Polres Jombang Segera Turun Sidak SPBU

Kabupaten Lumajang termasuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Curah hujan tinggi yang disertai kondisi geografis perbukitan membuat beberapa kecamatan, terutama di wilayah selatan dan barat, kerap terdampak.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan menjauhi daerah aliran sungai serta lereng curam selama masa tanggap darurat berlangsung.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.