Bondowoso Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat Program Bongkar Ratoon Tebu 2025

oleh -937 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas tebu. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tanaman Tebu APBN Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, bersama sejumlah kepala OPD terkait, General Manager PG Prajekan, Camat Tapen, Kepala Desa Mangli Wetan, serta para petani penerima manfaat program.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan bahwa program bongkar ratoon tanaman tebu merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tebu di Bondowoso.

“Melalui bongkar ratoon, kita tidak hanya memperbarui lahan tebu agar lebih subur, tetapi juga mendorong peningkatan hasil panen yang lebih optimal, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Wabup As’ad.

Program bongkar ratoon tahun 2025 ini menyediakan 60.000 mata tunas benih tebu per hektar dan 40 Hari Orang Kerja (HOK) tenaga kerja. Sebanyak 31 petani menjadi penerima manfaat dengan total luas lahan 54,797 hektar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu, sekaligus memperkuat swasembada gula nasional dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Wabup As’ad juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendampingi para petani tebu melalui berbagai program pendukung, seperti bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pelatihan teknis, serta penguatan kemitraan dengan industri gula.

“Keberhasilan sektor pertanian tidak bisa dicapai sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan pihak industri,” tambahnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Bondowoso.

Baca Juga :  Warga dan Aparat Bersihkan Saluran Irigasi Tersumbat Sampah di Lumajang

“Terima kasih kepada semua pihak—mulai dari OPD, penyuluh, aparatur kecamatan dan desa, hingga petani—yang telah berkontribusi nyata. Mari jadikan program ini momentum memperkuat semangat petani menuju pertanian tebu yang maju, mandiri, dan modern,” tutupnya.

Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan Bondowoso dapat semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu daerah penghasil tebu berkualitas di Jawa Timur, sekaligus menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam membangun sektor pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.