Persembahkan Prestasi untuk Sang Ibu, Mahasiswa Difabel UMSurabaya Lulus Cumlaude

oleh -107 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Keterbatasan fisik tidak menghalangi Bonifacius David Hendrawan, mahasiswa difabel Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), meraih prestasi gemilang. Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMSurabaya ini berhasil menamatkan studi dalam empat tahun dengan predikat cumlaude dan IPK 3,68 pada Wisuda ke-53, Sabtu (25/10/2025). David menuturkan prestasinya itu secara khusus dipersembahkan buat sang Ibu.

Di balik kesuksesan David, ada sosok ibu yang setia mendampingi setiap langkahnya. Selama empat tahun, Ina Rostiana Ari Nugrahani, ibu David, selalu menunggu di depan kelas sambil menanti putranya menuntaskan setiap sesi perkuliahan. “Kalau ditanya siapa yang paling berjasa, pasti Mama. Beliau teman saya dalam mengerjakan tugas dan orang yang selalu mengingatkan bahwa setiap pilihan harus kita pertanggungjawabkan dengan berani,” terang David.

David, anak pertama dari dua bersaudara, sejak kecil hidup berdampingan dengan disabilitas. Kedua orang tuanya, Purwoko Alfa Kurniawan dan Ina Rostiana, awalnya hanya berharap ia bisa mengenal huruf dan angka. Namun semangat belajarnya yang luar biasa membawanya hingga ke bangku kuliah.

Lulusan SLB YPAC Surabaya ini mendapatkan beasiswa penuh dari UMSurabaya untuk mahasiswa difabel. Meski sempat ragu karena kampusnya berbasis Islam sementara dirinya non-Muslim, kekhawatiran itu segera sirna.
“Semua orang di kampus memperlakukan saya dengan sangat baik. Tidak ada perbedaan. Dosen-dosen juga sangat membantu saya dalam belajar,” katanya.

Perjalanan kuliah David tidak selalu mudah. Ia kerap merasa lelah dan hampir menyerah menghadapi banyak tugas. Namun kehadiran sang ibu menjadi sumber kekuatan. Setiap hari, Ina mengantar David ke kampus dengan sepeda motor modifikasi yang mereka rancang khusus agar aman dan nyaman. “Awalnya Mama belajar naik motor jauh dulu selama sebulan karena beliau tidak terbiasa. Tapi demi saya, Mama berani,” kenangnya.

Baca Juga :  Festika Jatim 2025, Khofifah Tegaskan Teknologi Tak Gantikan Peran Guru

Tak jarang keduanya menghadapi kendala di jalan, seperti motor mogok atau patah rangka, namun tak sekalipun mereka berhenti berjuang. “Mama adalah ibu terbaik di dunia. Saya selalu berdoa agar Mama diberi umur panjang dan kesehatan,” ungkap David dengan mata berkaca-kaca.

Dalam tugas akhirnya, David mengangkat tema Improving English writing text of 12th grade students with physical impairments using Instagram feed in SLB YPAC Surabaya. Ia menggabungkan teknologi dan pendidikan inklusif untuk membantu siswa difabel meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris. “Terima kasih UMSurabaya sudah mewujudkan mimpi saya, mimpi yang dulu hanya tertulis di atas kertas, tapi kini saya bisa membuktikannya,” tuturnya penuh syukur.

Kini, setelah lulus, David berencana membuka kursus bahasa Inggris online agar tetap produktif dan bisa berbagi ilmu.
“Dalam waktu dekat, saya ingin memulai usaha private online bahasa Inggris. Itu yang paling memungkinkan saya lakukan. Semoga bisa terwujud,” pungkas David. Kisah David menjadi inspirasi bahwa dengan dukungan keluarga, tekad kuat, dan kesempatan yang setara, tidak ada batas bagi siapa pun untuk meraih mimpi.(tok)