UM Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar, Perkuat Atmosfer Akademik dan Riset

oleh -137 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) resmi menambah dua guru besar baru, yakni Prof. Dr. Dra. Sujinah, M.Pd. dan Prof. Dr. Pipit Festi Wilyanarti, S.KM., M.Kes., dalam prosesi pengukuhan yang digelar di Auditorium AT-Tauhid Tower lantai 13, Kamis (23/10/2025). Total guru besar di lingkungan kampus kini mencapai 14 orang.

Rektor UM Surabaya menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan pentingnya peran guru besar dalam memperkuat kualitas riset dan pengabdian masyarakat. “Alhamdulillah, yang sudah ada guru besar di kami ada 12, dan ditambah dua yang dikukuhkan hari ini menjadi total 14 guru besar,” ujarnya.

Menurutnya, bertambahnya jumlah profesor diharapkan mampu memperkuat atmosfer akademik di lingkungan kampus. “Kami berharap dengan bertambahnya jumlah guru besar ini, atmosfer akademik di UM Surabaya semakin tumbuh dan semakin kelihatan. Sebagaimana program nasional Kemendikbudristek, kampus harus berdampak. Jadi peran guru besar kami harapkan bukan hanya bergelut dalam riset yang selesai di jurnal, tapi benar-benar bisa turun ke masyarakat dan memberikan solusi melalui karya riset yang bermanfaat luas,” jelasnya.

UM Surabaya juga menargetkan peningkatan signifikan dalam jumlah profesor. “Kami menargetkan sekitar 10 persen dari total dosen bisa menjadi guru besar. Kalau total dosen kami sekitar 400 orang, berarti targetnya 40 guru besar. Meskipun target itu besar, kami berupaya agar minimal bisa tercapai secara bertahap,” paparnya.

Saat ini, dua dosen tengah berproses menuju guru besar, sementara sekitar sepuluh lainnya sudah memenuhi syarat atau eligible. Untuk mempercepat proses tersebut, UM Surabaya membentuk tim percepatan dan pendampingan publikasi ilmiah. “Karena ini bagian dari program akselerasi, kami bentuk tim khusus untuk mendampingi dosen-dosen lektor kepala yang sudah eligible agar lebih siap dalam pengajuan guru besar,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Distribusikan Seragam Sekolah Gratis bagi 7000 Pelajar

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Pipit Festi Wilyanarti memperkenalkan konsep Health Promoting Family, yaitu keluarga yang tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan, tetapi juga penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan sekitar. “Jika setiap rumah tangga menjadi health promoting family, maka komunitas sehat dan bangsa kuat akan lahir dengan sendirinya,” ungkapnya.

Prof. Pipit menyoroti pentingnya literasi kesehatan dalam keluarga, terutama peran perempuan sebagai motor penggerak perubahan perilaku sehat. “Perempuan adalah pusat kehidupan. Ketika seorang ibu sehat dan berpengetahuan, satu keluarga akan selamat,” tegasnya.

Melalui penelitian dan pengabdian masyarakatnya, Prof. Pipit mengembangkan model pencegahan stunting berbasis Health Promoting Family di daerah pesisir Lamongan dan Madura. Hasil risetnya menunjukkan bahwa intervensi berbasis budaya lokal dan pemberdayaan keluarga lebih efektif dibandingkan pendekatan seragam. Dengan pengukuhan dua profesor baru ini, UM Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu akademik, memperkuat riset aplikatif, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.(tok)