HUT ke-80 Jawa Timur dan Hari Santri, Grahadi Jadi Lautan Sholawat

oleh -318 Dilihat
oleh
Gus Iqdam bersama Gubernur Khofifah, Wagub Emil bersholawat bersama ribuan warga Pringati Hari Jadi ke-80 Jatim dan Hari Santri. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATAIM.COM, Surabaya – Ribuan jamaah dari berbagai daerah tumpah ruah di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (22/10) malam. Mereka larut dalam lantunan sholawat dan doa dalam acara Sholawat dan Tabligh Akbar yang digelar untuk mensyukuri Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur sekaligus memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Suasana penuh haru dan kekhusyukan menyelimuti Grahadi. Ribuan suara jamaah bersahut-sahutan melantunkan sholawat, menebarkan keteduhan di bawah langit Surabaya yang hangat malam itu.

Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dan dai muda populer KH. Agus Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam). Turut hadir pula Syeikh As Sayyid Abdul Aziz Ahmad Al Syarqawi Al Husayni dari Universitas Al-Azhar Mesir, jajaran Forkopimda Jawa Timur, serta para pejabat Pemprov Jatim dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyebut malam sholawat ini sebagai momentum memperkuat spiritualitas dan kebersamaan warga Jawa Timur.

“Di malam yang penuh keberkahan ini, kita berserah diri kepada Allah SWT. Semoga lantunan sholawat menjadi wasilah untuk keselamatan, kemakmuran, dan kedamaian Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, peringatan Hari Jadi Jawa Timur bukan hanya selebrasi capaian pembangunan fisik, melainkan juga perwujudan kekuatan spiritual dan moral masyarakat.

“Ketangguhan Jawa Timur tidak cukup diukur dari infrastruktur atau ekonomi semata. Harus ada keseimbangan antara ikhtiar fisik dan spiritual,” tuturnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya semangat Jatim Tangguh Terus Bertumbuh yang sejalan dengan filosofi kerja JATIM BISA — Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.

“Mari jadikan usia ke-80 ini sebagai pijakan untuk melangkah bersama: Tangguh Nyawiji, Tumuwuh Mulyo — bersatu dalam ketangguhan, bertumbuh menuju kemuliaan,” katanya.

Baca Juga :  Bawaslu Bondowoso dan UNIBO Teken MoU Penguatan Demokrasi

Sedangkan Dai muda Gus Iqdam yang turut memimpin sholawat menegaskan makna Hari Santri yang sesungguhnya berakar dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

“Hari Santri mengingatkan kita bahwa santri bukan hanya pilar agama, tetapi juga pilar bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengajak jamaah memaknai santri secara luas.
“Siapa pun yang berpegang pada dawuh ulama dan syariat Allah SWT, walau tak pernah mondok, dia tetap santri,” ucapnya disambut takbir jamaah.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Syeikh As Sayyid Abdul Aziz Ahmad Al Syarqawi Al Husayni. Ribuan jamaah menengadahkan tangan, memohon keberkahan bagi Jawa Timur.

Malam itu, halaman Grahadi benar-benar berubah menjadi lautan sholawat — menyatukan doa, harapan, dan semangat kebersamaan bagi Jawa Timur yang terus tumbuh tangguh dan bermartabat.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.