Wakil Bupati Bondowoso: Santri Harus Jadi Pelaku Sejarah, Bukan Penonton

oleh -609 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso  – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, bertindak sebagai pembina apel pada peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Alun-Alun RBA Ki Rongo Bondowoso, Selasa (22/10/2025). Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa santri memiliki peran penting sebagai penjaga kemerdekaan dan penggerak peradaban bangsa.

“Hari ini kita bersyukur bisa memperingati Hari Santri dengan penuh kebanggaan. Sepuluh tahun sudah santri Indonesia meneguhkan perannya, dari menjaga nilai keislaman hingga ikut membangun negeri,” ujarnya.

Namun di tengah suasana penuh syukur itu, Wabup As’ad juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya dengan penuh haru.

Ia menambahkan, kehadiran Kementerian Agama yang langsung meninjau lokasi dan menyalurkan bantuan menjadi bukti bahwa negara hadir dan peduli terhadap pesantren serta santri.

Santri, Penjaga Kemerdekaan dan Pembawa Peradaban

Dalam momentum Hari Santri yang ke-10 ini, Wabup As’ad mengingatkan kembali sejarah Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tahun 1945, yang menjadi pijakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Resolusi jihad itu membakar semangat rakyat hingga meletus peristiwa heroik 10 November 1945. Dari pesantren lahir semangat juang mempertahankan kemerdekaan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa tema Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” merupakan ajakan bagi santri untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku sejarah yang membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin bagi dunia yang damai dan berkeadaban.

Negara Hadir untuk Pesantren

Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pesantren. Berbagai kebijakan seperti UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren, dan pembentukan Dana Abadi Pesantren, menjadi bukti nyata dukungan negara bagi dunia pendidikan Islam.

Baca Juga :  Wujudkan Smart City, Wabup Bondowoso Kerjasama dengan Indosat

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri juga dinilainya sebagai langkah nyata dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

“Atas nama seluruh santri dan keluarga besar pesantren, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian dan kebijakan beliau bagi kemajuan pesantren,” ujarnya.

Santri Modern: Melek Kitab dan Teknologi

Menutup sambutannya, As’ad Yahya Syafi’i berpesan agar santri masa kini terus menyeimbangkan penguasaan ilmu agama dengan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

“Santri masa kini harus menguasai kitab kuning sekaligus teknologi. Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru yang menebarkan nilai kebaikan dan moderasi,” tegasnya.

Ia pun menutup dengan pesan inspiratif:

“Rawat tradisi pesantren, tapi jangan takut berinovasi. Dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis.”(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.