KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Terbuka (UT) Surabaya menggelar Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil dengan mewisuda 1.065 lulusan dari total 1.775 mahasiswa yang diyudisium dalam dua periode. Prosesi wisuda yang berlangsung di Airlangga Convention Centre, Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, pada Minggu (19/10/2025), mengusung tema “Meraih Prestasi Gemilang di Era Digital Bersama UT Surabaya”. Sebelumnya, UT Surabaya juga mengadakan seminar literasi data sebagai bagian dari rangkaian wisuda.
Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, menjelaskan bahwa pemanggilan lulusan berprestasi dengan IPK tertinggi merupakan bentuk apresiasi terhadap kemandirian belajar mahasiswa UT yang berasal dari berbagai latar belakang profesi. “Mahasiswa UT telah terbukti mampu menyeimbangkan antara pekerjaan dan studi, menunjukkan bahwa sistem pendidikan jarak jauh mampu melahirkan lulusan tangguh dan berdaya saing,” terang Suparti.
UT Surabaya terus memperkuat komitmen sebagai pelopor pendidikan terbuka dengan berbagai inovasi, mulai dari transformasi kurikulum berbasis penguasaan bahasa asing dan sertifikasi kompetensi, hingga penyelenggaraan Career Fair 2025 yang mempertemukan mahasiswa dan alumni dengan dunia industri. Langkah ini, menurut Suparti, merupakan wujud nyata upaya UT dalam menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja agar lulusannya siap bersaing di era digital.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi khusus kepada wisudawan terbaik Universitas Terbuka (UT) Surabaya berupa pilihan hadiah umrah atau beasiswa studi magister. Penghargaan tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam prosesi wisuda UT Surabaya di Airlangga Convention Centre. Penerima penghargaan adalah Tuty Alawiyah, lulusan dengan IPK tertinggi 3,91.
Aries menyampaikan pesan Gubernur agar prestasi akademik tidak berhenti pada seremoni wisuda, tetapi menjadi awal pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa nilai seorang sarjana diukur dari manfaatnya bagi lingkungan. “Teruslah belajar tanpa henti. Dunia tidak akan menunggu, siapa yang berhenti belajar akan tertinggal jauh. Di era digital, kejujuran adalah mata uang paling berharga,” tegas Aries.
Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap mahasiswa berprestasi. Ia menyebut penghargaan ini mencerminkan sinergi positif antara kampus dan pemerintah daerah. “Begitu saya sampaikan bahwa kami punya mahasiswa berprestasi, langsung Bu Gubernur menanggapi dengan hadiah tersebut. Ini bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap pendidikan terbuka,” tutup Suparti.(tok)
