PG Raih Dua Penghargaan atas Komitmen dalam Pengembangan Desa Berkelanjutan

oleh -680 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya: PT Petrokimia Gresik (PG) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Corporate Social Responsibility & Pengembangan Desa Berkelanjutan (CSR & PDB) Award 2025.

Adapun dua penghargaan yang berhasil diraih yaitu predikat Gold (tertinggi) untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Tawangargo Smart-Eco Farming Village” (TAMENG), serta predikat Silver untuk program TJSL “Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar” (Lontar).

Dalam kesempatan tersebut, Nuril Huda menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pengakuan terhadap komitmen PG dalam mendorong kemandirian masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan program TJSL yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui program TAMENG dan Lontar, Perusahaan berupaya memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Nuril, Sekretaris Perusahaan PG, seperti rilis yang diterima kemaren,

Program TAMENG merupakan inisiatif PG yang dikembangkan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program ini hadir sebagai solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui pengembangan pertanian hortikultura yang adaptif dan produktif.

Saat ini, TAMENG telah berevolusi menjadi Living Lab pertama berbasis masyarakat, yang berfungsi sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam Inovasi Berkelanjutan. Living Lab tersebut digerakkan langsung oleh para petani binaan, dengan pendekatan partisipatif di mana petani tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek penelitian dan pengembangan pertanian berkelanjutan.

“Melalui transformasi yang kami lakukan, Alhamdulillah Tawangargo kini berkembang menjadi pusat riset berbasis komunitas (community-based research center) dari yang sebelumnya hanya dikenal sebagai desa penghasil hortikultura. Kini, sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut telah terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian,” jelas Nuril.

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Bantu Pemerintah Cegah Penularan Covid-19

Ia menambahkan, keberhasilan TAMENG menjadi bukti bahwa desa dapat berperan sebagai pusat inovasi, sekaligus inspirasi bagi pembangunan pertanian masa depan Indonesia.

Sementara itu, program Lontar berawal dari kegiatan pelatihan pembuatan kue kering dan basah dengan menghadirkan pemateri profesional. Dari pelatihan tersebut, para ibu dari tujuh kelurahan dan satu desa di sekitar perusahaan membentuk kelompok usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi Kelompok Usaha Lontar.

Melalui pendampingan berkelanjutan, PG turut membantu peningkatan kapasitas usaha dan akses pasar kelompok tersebut. Kini, Lontar aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan besar, seperti penyediaan konsumsi untuk kunjungan industri perusahaan, Cokro Ekraf yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gresik, serta berbagai kegiatan olahraga dan sosial seperti Kapolri Cup, Bhayangkari Cup, LIVOLI, dan acara jalan sehat.

Keikutsertaan dalam berbagai kegiatan tersebut membuktikan bahwa produk-produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan Lontar semakin dikenal dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.

Menutup keterangannya, Nuril Huda menegaskan komitmen PG untuk terus memperluas dampak sosial dari setiap program TJSL yang dijalankan.

“Kami berharap inisiatif yang telah kami jalankan dapat menjadi inspirasi dan diadopsi oleh masyarakat luas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.