FINNA Art of The Year 2025, 35 Karya Finalis Dipamerkan

oleh -599 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ajang perdana FINNA Art of The Year 2025 akhirnya mencapai puncaknya di Orasis Art Space Surabaya. Setelah dibuka sejak 9 Mei 2025 di Jakarta, kompetisi yang digagas PT Sekar Laut Tbk (FINNA) bersama Orasis Art Space ini menobatkan para pemenang Art Prize Competition dan Design Illustration Competition, sekaligus membuka pameran publik yang berlangsung 27 September–16 November 2025.

Kompetisi seni ini digelar sejak 9 Mei hingga 31 Juli 2025, dengan ratusan peserta dari berbagai kota. Setelah proses kurasi ketat, 35 karya terbaik terpilih untuk dipamerkan. General Manager PT Sekar Laut Tbk, Welliam Cung, menyatakan ajang ini merupakan kontribusi nyata perusahaan bagi komunitas seni Jawa Timur. “FINNA ingin memberikan wadah untuk komunitas seni, khususnya di Jawa Timur. Perusahaan ini lahir dan tumbuh di sini berkat dukungan masyarakat, konsumen, karyawan, hingga pemerintah daerah. Karena itu, kami merasa perlu memberikan kontribusi kembali. Salah satunya melalui seni, yang jarang mendapat perhatian di Jawa Timur. Walau FINNA identik dengan kuliner, kami ingin membuka ruang kolaborasi lintas bidang, termasuk seni rupa dan desain,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Ia menambahkan, kompetisi ini diharapkan dapat memicu lahirnya lebih banyak ruang kreatif bagi seniman muda. “Harapannya, event ini bisa men-trigger munculnya lebih banyak wadah bagi seniman muda, sehingga mereka bisa berinspirasi dan berkembang tanpa harus keluar dari Jawa Timur. Jadi tidak hanya Jakarta atau Bali, tapi Surabaya dan Jawa Timur juga bisa jadi pusat seni,” jelasnya.

Ajang ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju HUT ke-50 PT Sekar Laut Tbk pada 19 Juli 2026. Selain pameran, kegiatan juga diramaikan Campus Roadshow di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya untuk menjaring talenta muda.

Baca Juga :  Mahasiswa FK Umsura Kembangkan GENDHIS, Sistem Cerdas Pemantauan Diabetes

Dalam kompetisi ini, kategori desain menyediakan hadiah Gold Brush Rp25 juta, Silver Brush Rp20 juta, Bronze Brush Rp15 juta, dan Most Favourite Rp5 juta. Sementara kategori Art Prize memberikan hadiah Rp50 juta untuk Official Selection Winner dan Rp40 juta untuk Honorary Mention Winner.

Juri kategori desain meliputi Muklay (Muchlis Fachri), Bethania Brigitta, dan Welly Gunawan (President Director PT Sekar Laut Tbk). Sedangkan kategori Art Prize dinilai oleh Asmudjo Jono Irianto, Bob Edrian, serta Elizabeth Y. Yuliawati (pemilik Orasis Art Space).

Juri Art Prize, Bob Edrian, menilai kompetisi ini membuka peluang besar bagi seniman muda. “Kriteria utama penilaian adalah keterkaitan antara konsep dengan medium yang dipilih, serta bagaimana karya itu dipresentasikan di ruang pamer. Sensibilitas seniman dalam merancang tampilan karyanya menjadi poin penting,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pihak swasta bagi ekosistem seni rupa. “Banyak seniman muda yang muncul dari luar Jakarta atau Bali, termasuk Surabaya dan daerah-daerah lain di Jawa Timur. Kolaborasi dengan pihak swasta seperti FINNA juga penting, karena dukungan ekosistem seni rupa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu pemenang Art Prize Competition Official Selection Winner: Eme (kategori seni lukis) dengan pendekatan expanded painting teknik stippling dipadukan stainless steel, sarat metafora dan kritik sosial. Honorary Mention Winner: Vionetta Wianta (kategori seni media baru) dengan karya Almost a Memory (2025) berupa eksplorasi konseptual menggunakan open-source ComfyUI berdurasi tujuh menit tentang relasi manusia, teknologi, dan digital.

Untuk katefori Design Competition, Gold Winner: Bima SetyoAji (Banyuwangi), Silver Winner: Luthfiyyah Hafizhah (Pasuruan), Bronze Winner: Tyagita Putri Hapsari (Jakarta). Kategori Best 5: Sheren Valerie (Jakarta) dan Alima Hayatun Nufus (Bandung). Pameran ini menandai langkah baru Surabaya sebagai pusat kegiatan seni, sekaligus bukti sinergi industri dan komunitas dalam mendukung talenta muda Indonesia.(tok)