SN – PKM Unusa 2025, Kampus Wajib Hadirkan Solusi Nyata Bagi Masyarakat

oleh -458 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menegaskan peran perguruan tinggi harus dirasakan nyata oleh masyarakat. Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SN-PKM) ke-5 yang mengangkat tema Mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak melalui Integrasi Program Pengabdian dan Inovasi Teknologi”.

Rektor Unusa, Prof. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menekankan perguruan tinggi tak boleh berhenti pada konsep semata.
“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada konsep atau rencana. Makna berdampak itu luas, bukan hanya sekadar hilirisasi. Kontribusi perguruan tinggi harus dirasakan secara nyata, baik melalui inovasi teknologi maupun ide-ide cemerlang dalam sains. Dari situ, masyarakat akan melihat peran nyata perguruan tinggi,” tegasnya.

Ketua penyelenggara, Muhammad Afwan Romdloni, S.H.I., M.Ag., menambahkan, pengetahuan harus bertransformasi menjadi inovasi agar memberi manfaat luas. “Pengabdian yang berdampak lahir dari pengetahuan yang terus berkembang dan mampu berinovasi,” ujarnya.

Tahun ini, SN-PKM menghadirkan 101 pemakalah dari 14 perguruan tinggi di berbagai daerah, mulai Malang, Semarang, Makassar, Jambi, Samarinda hingga Bali. Mayoritas topik berfokus pada kesehatan (57%), disusul pendidikan (18%), pemberdayaan komunitas (12%), teknologi (7%), dan bidang lain.

Selain kolaborasi akademik dengan sejumlah jurnal terakreditasi SINTA, dukungan industri juga menguatkan makna kerja sama. Corporate Secretary PT Pelindo Petikemas, RM. Widyaswendra, S.T., S.H., M.M., menegaskan pentingnya sinergi dengan perguruan tinggi. “Industri tanpa kolaborasi dengan instansi pendidikan itu seperti kehilangan arah. Dengan adanya kerja sama, ada banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan bersama. Pelindo sendiri selama ini sudah bekerja sama dengan Unusa, salah satunya dalam penyediaan air bersih bagi beberapa pesantren yang tersebar di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, isu lingkungan turut melatarbelakangi kerja sama tersebut. “Di kami biaya perawatan dermaga itu memiliki nilai yang sangat besar, namun dari tahun ke tahun air laut itu semakin naik. Sehingga kami juga perlu menaikkan posisi dermaga, yang mana tentunya ini jadi kekhawatiran kami,” ungkapnya.

Baca Juga :  Konsep Pariwisata Labuhan Bajo Berbasis Warga, Raih Bronze Medal

Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D., mengungkap dampak langsung dari kolaborasi ini. “Kolaborasi antara industri dengan perguruan tinggi pasti ada trigger-nya. Industri butuh pengakuan ilmiah, yang mana itu hanya bisa dilakukan oleh perguruan tinggi. Termasuk salah satunya Teknologi Mobile Water Treatment and Incinerator Unusa yang kita lihat sebagai peluang kolaborasi. Perguruan tinggi dan industri itu harus aktif dan adaptif,” ujarnya.

Program kolaborasi Unusa dengan PT Pelindo Petikemas telah memberi manfaat kesehatan bagi 115.966 jiwa dan menghasilkan teknologi tepat guna yang menjangkau berbagai pelosok negeri. Teknologi Mobile Water Treatment dan Incinerator ini menjadi bukti nyata sinergi perguruan tinggi–industri yang tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.(tok)