Konsep Pariwisata Labuhan Bajo Berbasis Warga, Raih Bronze Medal

oleh -37 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tim mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meraih Bronze Medal pada Mandalika Essay Competition (MEC) VIII tingkat nasional yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 16–18 Mei 2026 lalu.

Tim yang diketuai Yuniar Dwi Putri bersama Ramadhan Eka Prayoga, Devita Permatasari, Linda Anas Tasya Oktaviani, dan Alvin Syawaludin Mulyono meraih penghargaan melalui esai berjudul: “Manggarai Maritim Culture Hub sebagai Model Pariwisata Ekonomi Biru Berbasis Budaya untuk Menekan Kemiskinan dan Kebocoran Ekonomi di Labuan Bajo”.

Esai tersebut menawarkan konsep pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama sektor pariwisata, mulai dari pelaku UMKM, pengelola destinasi, hingga pelestari seni dan budaya.

Ketua tim, Yuniar Dwi Putri, mengatakan gagasan tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah wisata. “Harapannya, masyarakat setempat tidak perlu mencari pekerjaan ke luar daerah karena potensi wisata yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan,” papar Yuniar.

Penyusunan esai dilakukan selama sekitar tiga bulan dengan pendampingan dosen pembimbing Yuriadi, S.Psi., M.A. Tim melakukan studi literatur, berdiskusi dengan masyarakat dan instansi di Kabupaten Manggarai, serta menyusun konsep meski terkendala observasi lapangan dan perbedaan bahasa dengan narasumber.

Menurut Yuniar, tantangan lain muncul saat menentukan dua anggota yang mewakili tim pada babak final. “Kami mengesampingkan keinginan pribadi dan lebih mengutamakan potensi masing-masing anggota tim. Kami memilih dua orang yang paling siap mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri,” lanjut Yuniar.

Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa Untag Surabaya bersaing di tingkat nasional sekaligus menghadirkan gagasan inovatif mengenai pengembangan pariwisata berbasis masyarakat untuk mendukung pemerataan ekonomi.(tok)

Baca Juga :  Hadapi Era Digital, ASN Bondowoso Didorong Kuasai AI dan Teknologi Informasi