Muswil Dekopin Jatim 2025, Koperasi Didorong Jadi Penopang Ekonomi Daerah

oleh -780 Dilihat
oleh
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono, Gubernur Khofifah usai membuka Muswil Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur 2025 di Grahadi. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Musyawarah Wilayah Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur 2025 resmi dibuka di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (24/9/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono hadir langsung dalam agenda yang diikuti jajaran Forkopimda, pengurus koperasi daerah, hingga pemangku kepentingan sektor usaha rakyat.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya sinergi untuk memperkuat koperasi sebagai penopang utama perekonomian daerah. Ia mengapresiasi kinerja Dekopinwil Jatim serta capaian sejumlah koperasi, termasuk Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb) yang berhasil mengakuisisi aset peninggalan Belanda.

Khofifah juga menyoroti kemajuan Jawa Timur dalam pembentukan badan hukum koperasi. “Dari 8.494 desa dan kelurahan, semuanya sudah memiliki badan hukum koperasi. Bahkan ada yang lebih dari satu koperasi,” ungkapnya.

Menurutnya, koperasi dan UMKM memberi kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. Karena itu, revitalisasi Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) dianggap penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang lebih profesional.

Pemerintah provinsi juga berencana mempercepat distribusi logistik ke koperasi melalui dukungan anggaran dan kerja sama dengan perbankan Himbara. “Bulog mensyaratkan sistem cash and carry. Jadi koperasi harus punya modal sekaligus keterampilan manajerial yang kuat,” kata Khofifah.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono menyatakan optimistis terhadap masa depan gerakan koperasi di Jawa Timur. Ia menegaskan pemerintah akan memperkuat koperasi desa dan kelurahan, termasuk mengarahkan koperasi simpan pinjam menjadi lebih produktif. “Kami ingin koperasi kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional,” tegasnya.

Pembukaan Muswil ditandai dengan pembunyian alat permainan tradisional otok-otok, simbol dimulainya agenda musyawarah. Melalui forum ini, pemerintah berharap gerakan koperasi semakin solid dalam memperluas kinerja UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara berkelanjutan.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.