KILASJATIM.COM, Surabaya – Ponsel itu bergetar pelan saat pengumuman SNBP 2026 dirilis. Di sebuah rumah sederhana di Jawa Timur, seorang siswa SMA tak langsung berani membuka hasilnya. Ia menarik napas panjang, sebelum akhirnya memastikan: namanya tercantum sebagai mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.
Momen serupa terjadi di banyak sudut Jawa Timur. Tahun ini, sebanyak 29.046 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), tertinggi secara nasional.
Di balik capaian itu, tersimpan cerita perjuangan yang tak selalu mudah.
Seorang siswa dari wilayah pesisir, misalnya, harus membagi waktu antara belajar dan membantu orang tua bekerja. Setiap pulang sekolah, ia masih menyempatkan belajar demi menjaga nilai rapor—faktor utama dalam seleksi SNBP.
Di kota lain, siswa berbeda cerita. Ia mengandalkan beasiswa dan fasilitas sekolah untuk mengejar prestasi, sambil aktif mengikuti lomba demi memperkuat portofolio.
Bagi mereka, kelulusan ini bukan sekadar hasil seleksi, melainkan titik balik.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif antara siswa, guru, dan orang tua.
“Ini menunjukkan kualitas pendidikan kita terus meningkat,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Selain jalur reguler, harapan juga datang dari program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dari 40.213 pendaftar di Jawa Timur, sebanyak 8.915 siswa diterima melalui jalur ini.
Bagi siswa dari keluarga prasejahtera, KIP-K menjadi pintu penting untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah karena ekonomi,” tegas Khofifah.
Meski ribuan siswa telah lolos, banyak pula yang belum berhasil di jalur SNBP. Namun peluang masih terbuka melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur mandiri.
Bagi yang lolos, perjuangan baru saja dimulai di bangku kuliah. Sementara bagi yang belum, mimpi itu masih bisa dikejar lewat jalan lain.
Di balik angka puluhan ribu itu, ada satu benang merah: kerja keras, harapan, dan keinginan mengubah masa depan.(FRI/cit)




