Mufti Anam: Empat Pilar Kebangsaan Jadi “Kompas” Hadapi Tantangan Zaman

oleh -1657 Dilihat

KILASJATIM.COM, PasuruanEmpat Pilar Kebangsaan yang dimiliki Indonesia, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI, harus dilihat bukan sekadar sebagai hafalan. Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam menyampaikan, nilai-nilai yang terkandung di dalam Empat Pilar Kebangsaan harus dibumikan dan dihidupkan dalam praktik sehari-hari agar menjadi “kompas” bagi masyarakat di tengah derasnya arus perubahan zaman.

“Empat pilar kebangsaan itu bukan hanya kita pelajari, kita pahami, tetapi yang paling penting harus kita implementasikan. Di situ letak kekuatan kita sebagai bangsa, di mana empat pilar kebangsaan ini menjadi perekat persatuan sekaligus modal sosial menghadapi tantangan zaman,” ujar Mufti Anam saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, 19 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan beragam elemen masyarakat—mulai dari santri, anak muda, kelompok perempuan, hingga pelaku usaha—yang antusias berdiskusi tentang nilai kebangsaan.

Mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) itu menjelaskan, gagasan konsolidasi empat pilar pertama kali disampaikan tokoh bangsa almarhum Taufiq Kiemas saat memimpin MPR. “Jika kita konsisten menerapkan nilai-nilai empat pilar, InsyaAllah bangsa ini terus melangkah maju dan mampu melewati dinamika zaman,” tegas pengurus BPP HIPMI dan GP Ansor itu.

Sebagai contoh, Mufti mengutip Pancasila sebagai ideologi bangsa yang digali Bung Karno dari kebudayaan Indonesia. “Gotong royong, kepedulian, saling bantu—itulah nilai Pancasila yang harus kita hidupkan. Jangan biarkan tetangga kita kesusahan, apalagi sampai tidak bisa makan,” jelas Mufti.

Mufti berharap penguatan Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi juga menjadi gerakan kolektif masyarakat. “Inilah karakter bangsa yang tidak tercerabut dari akar kearifan lokal rakyat Indonesia,” pungkasnya. (DEN)