Mahasiswa Baru UMSurabaya Gaungkan Pesan Damai Lewat The Wall of Peace

oleh -461 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) memperingati International Day of Peace dengan cara unik: melukis pesan damai di dinding raksasa bertajuk The Wall of Peace. Aksi simbolik ini menjadi penegasan bahwa generasi muda memilih perdamaian, bukan kekerasan, di tengah konflik global yang terus membara.

Steering Committee MOX 2025, M. Febriyanto Firman Wijaya (Riyan), menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan pendidikan karakter bagi mahasiswa baru. “The Wall of Peace adalah simbol bahwa ribuan mahasiswa baru memilih merawat kehidupan dengan perdamaian, bukan pertikaian di tengah konflik di belahan dunia yang terjadi,” ujarnya.

Riyan menjelaskan, ribuan mahasiswa dibagi ke dalam kelompok dan masing-masing diminta memvisualisasikan pesan damai berdasarkan isu konflik dunia: Palestina–Israel, Ukraina–Rusia, Pakistan–India, Suriah, Afganistan, hingga Thailand–Kamboja. “Selanjutnya mereka diberikan kebebasan dengan kelompok untuk memvisualisasikan pesan-pesan perdamaian sesuai isu yang sudah diberikan,” jelasnya.

Menurutnya, seni menjadi medium efektif untuk menyuarakan kepedulian. “Inilah bukti bahwa generasi muda punya keberanian untuk menyuarakan damai, meski dunia kerap bising dengan kekerasan. Melalui The Wall of Peace, ribuan mahasiswa baru UMSurabaya tidak hanya mengukir warna, tetapi juga mengukir sejarah: menandai komitmen bahwa perdamaian harus diperjuangkan bersama,” tegas Riyan.

Salah satu peserta, Nur Elza Tripsetyani dari Kelompok 34, menjelaskan karyanya yang mengangkat konflik Thailand–Kamboja. “Kami ambil warna dasar hitam, dengan visual kuil, bendera dua negara, dan pesan perdamaian. Lewat karya ini, kami ingin menunjukkan lokasi konflik sekaligus menyelipkan pesan damai yang juga harus diterapkan di Indonesia,” ujarnya

Aksi ini menegaskan bahwa mahasiswa UMSurabaya sejak dini diajak untuk memahami ilmu pengetahuan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.(tok)