KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Situasi masyarakat yang kondusif dan tentram menjadi harapan semua pemimpin negara, termasuk pejabat di tingkat daerah. AKBP Afrian Satya Permadi salah satunya, dia adalah Kapolres Bojonegoro baru yang menggantikan AKBP Mario Prahatinto per Juli 2025 lalu.
Genap sebulan bertugas di Bumi Angling Dharma Bojonegoro, AKBP Afrian mendapat tantangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan serta terciptanya situasi agar tetap kondusif di tengah gejolak aksi demonstrasi di mana-mana.
Peristiwa demonstrasi yang terjadi akhir bulan Agustus kemarin menjadi catatan penting bagi demokrasi Indonesia. Aksi anarkisme, penjarahan hingga pembakaran gedung milik pemerintah terjadi diberbagai kota akibat kebijakan pemerintah. Namun tidak untuk wilayah Bojonegoro.
Pria kelahiran Medan Sumatera Utara itu hadir dengan kepala dingin dan rendah hati. Afrian Satya Permadi seolah menjadi pendingin di tengah situasi masyarakat yang memanas akan menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan perwakilan rakyat.
Di Bojonegoro sendiri, sempat terjadi aksi unjuk rasa sebanyak empat kali baik dari masyarakat sipil maupun mahasiswa. Namun aksi-aksi itu masih dapat diredam dengan baik, sehingga penyampaian aspirasi masa berakhir damai dan tertib.
“Dukungan seluruh pihak mulai Pemda hingga masyarakat untuk wilayah Bojonegoro aman terkendali dan ini patut kita syukuri. Ini bukan prestasi pihak kepolisian, namun prestasi kita bersama,” kata AKBP Afrian Satya Permadi ditemui Kilasjatim di Mapolres Bojonegoro Selasa pagi, (16/9/25).
Pria yang sebelumnya bertugas di Mabes Polri itu mengucapkan rasa terimakasih kepada masyarakat Bojonegoro yang mau peduli terhadap wilayahnya, sehingga tidak ikut terpengaruh terhadap provokasi yang mengakibatkan terjadinya aksi anarkisme.
“Masyarakat menyampaikan aspirasinya dengna baik dan tertib. Begitu juga Pemda mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh masyarakat,” tuturnya.
Kapolres menyebut, di wilayahnya sempat terdeteksi kelompok yang mencurigakan yang sengaja ingin membuat kegaduhan, namun hal itu dapat dilakukan pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan sehingga masih dapat dikendalikan.
“Karena kami tidak ingin Bojonegoro ini tercederai, ada pihak yang tidak bertanggungjawab baik orang dalam maupun orang luar Bojonegoro yang sengaja ingin membuat kegaduhan. Tapi kami percaya masyarakat Bojonegoro orangnya baik-baik, sehingga alhmdulillah situasi kondusif sampai hari ini,” terangnya.
Kapolres berpesan agar semua bersama-sama selalu menjaga ketertiban masyarakat. Selain itu sesuai arahan Kemendagri untuk mengaktifkan pos kamling di desa masing-masing.
“Karena jika keamanan sudah berjalan baik, maka ekonomi juga akan berjalan dengan baik,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi menambahkan.
Kapolres menekankan pentingnya komunikasi, kerja sama antarlembaga, dan sinergi dengan TNI serta Forkopimda untuk menciptakan situasi yang kondusif serta menjaga stabilitas dan keamanan di Bojonegoro.(had)




