Mahasiswa PENS Boyong 3 Medali di Worldskills ASEAN 2025

oleh -242 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengharumkan nama Indonesia dengan meraih tiga medali pada The 14th Worldskills ASEAN (WSA) Competition 2025 di Manila, Filipina, 26–28 Agustus 2025 lalu. Mereka adalah M. Henry Akmal (Sarjana Terapan Mekatronika), Reno Surya Permana (Sarjana Terapan Mekatronika), dan Ro’Uf Aufa Rifqi (Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri). Dari perjuangan mereka, Indonesia membawa pulang satu emas dan dua perunggu.

Ro’Uf Aufa Rifqi bersama Reno Surya Permana yang sama-sama alumni SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo menuturkan perjalanan panjang hingga mewakili Indonesia. “Kami mulai ikut seleksi sejak kelas XI SMK, lolos daerah, lalu mewakili Jawa Timur di LKS Nasional 2024 di Lampung. Dari situ kami mendapat pembekalan hingga akhirnya ke ASEAN,” jelas Ro’Uf. Setelah itu, mereka mengikuti seleksi akhir Kementerian Tenaga Kerja dan pelatihan di PT. FESTO, sebelum akhirnya tampil di bidang Mekatronika dan meraih dua medali perunggu.

Sementara itu, M. Henry Akmal bersama kontingen Indonesia dari Universitas Mercubuana tampil di kategori baru, Collaborative Robot. “Karena bidang lombanya baru, jadi perlu dipersiapkan. Saya ikut pelatihan di Training Center PT. Alpha Karya Mechatronics, Tangerang, sejak April hingga Agustus sebelum berangkat ke Manila,” ungkap Henry. Ia mengaku sempat minder karena lawannya dari Brunei, Malaysia, dan Filipina sudah terbiasa dengan robot dan bahasa pemrograman yang digunakan lomba. “Kami benar-benar terdiam, apalagi peserta Malaysia terlihat sangat siap. Alhamdulillah justru kami meraih poin tertinggi dan meraih Gold Medal,” ujarnya penuh haru.

Meski sibuk dengan persiapan, ketiga mahasiswa ini tetap fokus melanjutkan pendidikan. Henry dan Ro’Uf diterima di PENS melalui jalur SNBP, sementara Reno lewat jalur Mandiri Prestasi. “Setidaknya kami sudah diterima di kampus pilihan kami, jadi bisa lebih fokus ke perlombaan,” tutur Henry.

Baca Juga :  Pentas Bagong Crying Soul, Tentang Krisis Kesehatan Mental Gen Z

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PENS, Kholid Fathoni, S.Kom., MT., menyampaikan apresiasinya. “Kebanggaan bagi PENS dapat menjadi bagian dari proses ini, meskipun training tidak di kampus. Ini bukti kualitas mahasiswa pendidikan tinggi vokasi, mendukung Tim Indonesia di kompetisi internasional bergengsi, dan membawa pulang tiga medali,” ujarnya. Ia menambahkan, “PENS siap menjadi kampus tujuan alumni SMA, SMK, dan MA melalui berbagai jalur seleksi yang tersedia.”(tok)