KILASJATIM.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi murka saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Kelurahan Kebraon, Senin (8/9/2025). Amarahnya pecah setelah menerima laporan adanya pungutan liar (pungli) serta mendapati pelayanan molor 15 menit dari jadwal seharusnya pukul 07.30 WIB.
Di hadapan sekitar 22 pegawai kelurahan, Eri meminta siapa pun yang terlibat pungli untuk jujur mengaku. Dengan nada tegas, ia memperingatkan akan langsung memecat pegawai yang terbukti melakukan praktik tersebut.
“Kalau tidak ada yang mengaku, hari ini juga saya pecat,” ujar Eri dengan raut marah.
Setelah diminta menandatangani surat pernyataan bebas pungli, seorang pegawai non-ASN berinisial B akhirnya mengangkat tangan dan mengaku. Ia menerima uang Rp500 ribu dari warga yang mengurus Kartu Keluarga (KK), kemudian membaginya dengan seorang ketua RT: Rp200 ribu untuk dirinya, Rp300 ribu untuk RT.
“Awalnya lewat Pak RT yang menawarkan bantuan. Uang ditransfer lewat saya, lalu saya bagi ke Pak RT,” kata B saat dimintai klarifikasi di ruang lurah.
Mendengar pengakuan tersebut, Eri memberi peringatan keras. Ia masih memaafkan B karena berani jujur, namun menegaskan tidak akan segan menjatuhkan sanksi pemecatan bila pungli terulang.
“Saya maafkan karena kamu berani mengaku, tapi uang harus dikembalikan. Kalau terulang, langsung saya pecat,” tegasnya.
Eri menekankan, praktik pungli mencoreng nama baik Pemkot Surabaya sekaligus negara. Karena itu, ia mewajibkan semua pegawai menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.
“Kalau ada pungli lagi, tidak perlu pemeriksaan panjang. Langsung diberhentikan,” ujarnya.
Selain kasus pungli, Eri juga menyoroti kedisiplinan jam pelayanan publik. Ia menegaskan, kantor pelayanan wajib sudah buka pukul 07.30 WIB sesuai aturan, bukan molor hingga lewat jam 08.00.
“Pelayanan masyarakat harus tepat waktu. Tidak boleh ada kelurahan yang telat buka,” tandasnya.
Dengan sikap tegas itu, Pemkot Surabaya ingin memastikan pelayanan publik bersih dari pungli sekaligus lebih disiplin waktu.




