KILASJATIM.COM, Jakarta – Program transportasi publik Transjatim mengantarkan Jawa Timur meraih penghargaan Inovasi Daerah dalam ajang Pemimpin Daerah Awards (PDA) 2025 yang digelar iNews Media Group di Jakarta Concert Hall, Kamis malam (28/8/2025).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurut Tito, apresiasi ini menjadi pemicu bagi kepala daerah untuk terus menghadirkan layanan publik yang inovatif.
“Penghargaan dari media seperti iNews adalah reward nonpemerintah yang bisa menjaga iklim kompetitif. Kepala daerah harus terus berinovasi untuk kepentingan rakyat,” kata Tito.
Diluncurkan pada 2022, Transjatim kini telah menjadi salah satu ikon transportasi publik di Indonesia. Layanan ini menghubungkan kota dan kabupaten di kawasan Gerbangkertosusila hingga Tuban, dengan rata-rata lebih dari 7.000 penumpang per hari. Tarifnya pun terjangkau: Rp5.000 untuk masyarakat umum dan Rp2.500 bagi pelajar serta penyandang disabilitas.
Gubernur Khofifah menegaskan, penghargaan tersebut bukan hanya pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif Pemprov Jatim bersama masyarakat.
“Transjatim adalah bukti kerja bersama untuk menjawab tantangan mobilitas di era modern. Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Tak berhenti pada transportasi penumpang, Pemprov Jatim kini meluncurkan TRADISI (Transjatim Ekspedisi), layanan logistik yang dirancang untuk membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam mempercepat distribusi produk dengan biaya terjangkau.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono menyebut, program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui distribusi yang lebih efisien.
Pemprov juga tengah menyiapkan penambahan dua rute baru Transjatim, salah satunya di kawasan Malang Raya, sebagai bagian dari strategi jangka panjang transportasi berkelanjutan.
Lewat penghargaan ini, Jawa Timur menegaskan diri sebagai provinsi yang serius mengembangkan transportasi publik modern, inklusif, dan ramah lingkungan. Khofifah berharap capaian tersebut bisa memicu semangat kepala daerah lain di Indonesia.
“Semoga prestasi ini memotivasi pemimpin daerah lain untuk terus berinovasi. Pada akhirnya, semua inovasi harus bermuara pada kesejahteraan rakyat,” tutupnya.




