KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Arus balik dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, mulai meningkat usai libur Lebaran 2026. Namun, mayoritas kendaraan tercatat belum kembali, memicu potensi lonjakan dalam beberapa hari ke depan.
Data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, selama 22–25 Maret 2026 sebanyak 47.945 kendaraan telah menyeberang ke Bali. Jumlah itu baru sekitar 29 persen dari total kendaraan saat arus mudik.
Artinya, sekitar 71 persen atau 117.367 kendaraan masih berada di Jawa dan berpotensi memadati lintasan penyeberangan saat puncak arus balik.
“Pergerakan bertahap ini membantu menjaga ritme operasional tetap stabil,” ujar Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Meski demikian, volume kendaraan diperkirakan terus meningkat seiring banyaknya pemudik yang belum kembali. Operator penyeberangan pun memperkuat skema layanan untuk mengantisipasi penumpukan.
Pengaturan kendaraan dilakukan lebih disiplin dengan memanfaatkan buffer zone di sekitar pelabuhan guna mengurai antrean sebelum masuk area penyeberangan.
“Optimalisasi buffer zone dilakukan agar arus kendaraan tetap mengalir,” kata General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko.
Selain itu, pemudik diimbau memantau kondisi cuaca dan memastikan telah memiliki tiket melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan guna mempercepat proses check-in.
Dengan jumlah kendaraan yang belum kembali masih dominan, arus balik diperkirakan belum mencapai puncaknya. Antisipasi diperlukan untuk mencegah kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dalam beberapa hari ke depan.(cit)




