Adiwarna 2025: Panggung Mekarnya Mahasiswa Kreatif PCU

oleh -354 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Puluhan karya seni mahasiswa terpajang di Atrium HomePro, Pakuwon Mall Surabaya, dalam ajang tahunan Adiwarna 2025 yang berlangsung 22–24 Agustus 2025. Pameran ini menjadi wadah mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dan International Program in Digital Media (IPDM) Petra Christian University (PCU) menampilkan karya terbaik mereka setelah empat tahun berproses.

Mengusung tema “Mekarya: Tumbuh Setiap Saat, Mekar Sepanjang Masa”, Adiwarna lahir dari keresahan umum mahasiswa tingkat akhir soal “life after graduate”. “Adiwarna hadir untuk membuktikan bahwa rasa takut bukanlah akhir, tapi awal dari keberanian. Ini adalah momen untuk merefleksikan proses panjang para mahasiswa dalam ‘memekarkan’ ide dan kreativitas mereka, sekaligus pengingat bahwa setiap orang punya waktu berbunganya masing-masing,” ujar Dr. Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom., dosen penanggung jawab acara.

Sebanyak 40 mahasiswa menghadirkan karya lintas medium, mulai Graphic Design, Brand and Product Innovation, Campaign, Digital Media, hingga Thesis. Salah satunya karya Devina Sisilia berjudul “1001 FEARS”, berupa buku cerita bergambar interaktif untuk membantu anak menghadapi rasa takut. “Mengusung cerita yang relatable, ilustrasi ekspresif, serta fitur interaktif seperti paper engineering dan Augmented Reality (AR), buku ini menjadi media edukatif sekaligus jembatan komunikasi antara anak dan orang dewasa untuk membangun keberanian, empati, dan kepercayaan diri sejak golden age,” jelas Devina.

Sementara itu, Cheryl Cecilia menghadirkan karya “KOBA (Kobaran Baru)”, sebuah brand game petualangan interaktif untuk anak muda usia 19–25 tahun. Permainan ini mengajak pemain menyelesaikan misi sekaligus menjawab kartu reflektif untuk menghadapi fenomena social comparison.

Tidak hanya pameran, Adiwarna juga diramaikan workshop kreatif. Pada Jumat (22/8/2025), Deo Sebastian dan Nataszha Aurelvanka dari In-Between Works menggelar Workshop Seni Karya Saku, mengajak peserta membuat “zine”—majalah mini yang memuat eksplorasi visual personal. Esoknya (23/8), ilustrator Jevon Jeremy dari The Armchair Historian memandu Workshop Lokakarya Ruparasa, membahas teknik pewarnaan ambient light untuk memperkuat emosi dalam ilustrasi.

Baca Juga :  Keripik Sayur Asem Mahasiswa UC Tembus Top 4 SIAL Interfood 2025

“Adiwarna: Mekarya mengajak insan kreatif untuk terus berproses sehingga nantinya dapat berbunga dan berbuah dalam karya, bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” pungkas Aniendya. Menurutnya, Adiwarna adalah pesan kolektif bahwa rasa takut yang dulu membatasi kini bisa menjadi pendorong untuk melangkah lebih percaya diri, menyambut kehidupan kreatif yang lebih matang dan bermakna.(tok)