Sidak RPH Osowilangun, Komisi B Soroti Minimnya Kandang Penampungan

oleh -311 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memindahkan Rumah Potong Hewan (RPH) ke lokasi baru di kawasan Osowilangun mendapat catatan dari DPRD diantaranya minimnya jumlah kandang penampungan serta bangunan baru yang terdapat retakan pada tembok akibat lahan yang digunakan merupakan eks pembuangan sampah.

Catatan itu terungkap saat Komisi B DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak ke lokasi, Selasa (5/8/2025). Proyek ini direncanakan menggantikan dua RPH lama di Pegirian dan Kedurus.

“Struktur tanahnya seperti gambut, mudah goyang dan retak. Seharusnya dibersihkan total sejak awal. Ini bisa jadi masalah serius nanti,” ujar Farizd.

Selain masalah tanah, Komisi B juga menyoroti kapasitas kandang penampungan yang belum memadai. Idealnya, hewan harus diistirahatkan minimal 10 jam sebelum disembelih sesuai standar operasional.

“Kandang yang ada hanya mampu menampung 200 ekor sapi, sementara kebutuhan mencapai 500 ekor—300 sapi lokal dan 200 impor,” ungkap Faridz.

Ia juga menegaskan perlunya sosialisasi menyeluruh kepada para jagal yang selama ini beroperasi di RPH lama. Ia memahami ada kekhawatiran soal jarak dan transportasi ke lokasi baru yang lebih jauh dari pusat kota, tetapi menurutnya fasilitas yang lebih modern harus bisa meyakinkan mereka.

Komisi B juga mendorong agar RPH Osowilangun dapat berkembang sebagai unit usaha strategis. Potensi lini usaha seperti penggemukan sapi, pengolahan limbah rumen, hingga produksi pupuk organik dinilai dapat memperkuat kontribusi RPH sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau dikelola dengan baik, RPH ini bisa lebih dari sekadar tempat potong hewan. Ada potensi ekonomi besar di dalamnya,” kata Farizd.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Isnugroho mengakui adanya kekurangan pada bangunan RPH yang baru karena saat ini masih proses pembangunan serta akan menjadikan catatan Komisi B DPRD sebagai masukan untuk menjadikan RPH lebih baik dengan memberikan pelayanan yang modern.

Baca Juga :  Nataru, RPH Pastikan Stok dan Harga Daging di Surabaya Stabil

Fajar mengaku akan melakukan beberapa tahapan proses pemindahan RPH di Pegirian ke kawasan Osowilangun sebagai cara mengatasi terbatasnya kandang penampungan serta sosialisasi kepada para jagal.

“Kami khawatir jika Pegirian langsung ditutup dan semua dipindahkan ke sini. Kapasitas belum siap. Harus ada tahapan perpindahan,” ujarnya.

Fajar menambahkan, beberapa pekerjaan seperti pemasangan handrail dan penyelesaian finishing bangunan masih dalam tahap akhir.

“Kami berharap seluruh fasilitas bisa segera rampung agar RPH Osowilangun dapat beroperasi penuh sesuai standar pelayanan modern,” pungkas Fajar.

No More Posts Available.

No more pages to load.