Dinkes Targetkan 242.110 Siswa di Surabaya Mendapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

oleh -903 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dinas Kesehatan menargetkan 242.110 siswa atau 45 persen dari total 538.024 pelajar usia 7 hingga 17 tahun untuk mengikuti Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pada tahun ini.

Program ini menyasar siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta. Pemeriksaan mencakup status gizi, tekanan darah, gula darah, kesehatan mata, gigi, telinga, riwayat imunisasi, hingga perilaku berisiko seperti merokok.

“Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tim Puskesmas bersama guru UKS atau PJOK. Kalau ditemukan indikasi masalah, siswa akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa mengganggu jam belajar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, Selasa (5/8/2025).

Pelaksanaan PKG telah disosialisasikan sejak Juni hingga Juli 2025 kepada seluruh pihak sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, serta instansi terkait.

Tahapan dimulai dengan koordinasi antara sekolah dan Puskesmas sekitar seminggu sebelum pemeriksaan. Orang tua siswa akan menerima tautan kuesioner kesehatan yang wajib diisi sebagai bahan skrining awal.

“Dari hasil kuesioner itu, tim medis bisa memetakan kondisi siswa sebelum melakukan pemeriksaan langsung di sekolah,” kata Nanik.

Pemkot juga mengandalkan teknologi untuk pemantauan mikro. Setiap Senin dan Jumat, capaian program dipantau melalui aplikasi ASIK yang terintegrasi dengan data Puskesmas dan sekolah. Evaluasi mingguan digelar setiap Jumat bersama seluruh kepala Puskesmas.

Program PKG didukung lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan Surabaya, Dindik Jawa Timur, Kementerian Agama, serta jajaran kecamatan dan kelurahan.

Dinkes telah menyiapkan tenaga medis dari Puskesmas – mulai dari dokter, perawat, petugas gizi dan gigi – berikut perlengkapan medis sesuai jumlah siswa yang ditargetkan.

“Peran aktif orang tua sangat penting, terutama dalam mendampingi pengisian kuesioner kesehatan anak. Data yang lengkap dan akurat jadi dasar untuk skrining yang efektif,” tutur Nanik.

Baca Juga :  Tiga Atlet Nasional Resmi Kuliah di Umsura Lewat Beasiswa

Program ini diharapkan tidak hanya mendeteksi dini masalah kesehatan pada anak, tetapi juga memperkuat budaya hidup sehat sejak usia sekolah melalui keterlibatan semua pihak.