ICOSPACS 2025 Kawal Kualitas Riset Dosen FISIP se-Indonesia

oleh -335 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Forum Komunikasi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FK-DKISIP)  Indonesia kembali menegaskan komitmennya menjaga mutu karya ilmiah para dosen melalui gelaran The Fourth International Conference on Social Politics and Communication Sciences (ICOSPACS) 2025, yang digelar di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, 29–31 Juli 2025.

Ketua FK-DKISP, Tatang Sudrajat, menyebut konferensi ini bukan sekadar ruang presentasi ilmiah, tetapi juga ajang pertanggungjawaban akademik. Semua paper yang dipresentasikan harus berbasis riset murni, bukan salinan atau hasil daur ulang. “Kami ingin dosen benar-benar menulis sebelum ditulis orang lain. Forum ini menjadi wadah menulis yang benar dan menjauhkan dari jurnal predator,” tegas Tatang.

Dekan FISIP Untag Surabaya, Dr. Dra. Ayun Maduwinarti, MP., memastikan seluruh naskah yang masuk melalui proses seleksi ketat, termasuk pemeriksaan plagiarisme dengan batas maksimal similarity 25 persen menggunakan Turnitin. Paper yang melebihi batas harus direvisi maksimal tiga kali sebelum dinyatakan layak tampil.

Tahun ini, sebanyak 96 paper dari 55 institusi anggota forum dipresentasikan, dengan rincian 38 secara luring dan 58 secara daring. Konferensi ini dihadiri oleh dekan, wakil dekan, dosen, hingga praktisi dan pejabat pemerintah.

Ketua Panitia, Prof. Dr. V. Rudy Handoko, MS, menyatakan bahwa hasil konferensi akan dipublikasikan dalam prosiding, jurnal nasional terakreditasi SINTA (2, 3, 4), hingga jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus. “Publikasi ilmiah ini menjadi bagian penting dari proses kenaikan jabatan akademik dosen, dari lektor hingga guru besar,” jelasnya.

Lebih dari sekadar forum ilmiah, ICOSPACS telah menjadi garda depan dalam membangun budaya akademik yang sehat, memperkuat tradisi menulis dan meneliti secara bertanggung jawab. “Forum ini adalah tulang punggung kualitas akademik di lingkungan FISIP dan STISIP se-Indonesia,” tutup Tatang.(tok)