Pemkab Jember Terapkan WFH untuk Pelajar dan ASN akibat Krisis BBM

oleh -637 Dilihat
oleh

KILASJATIM. COM, Jember — Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Jember mulai berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pelayanan pemerintahan. Menyikapi situasi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengizinkan pelajar belajar dari rumah dan sebagian aparatur sipil negara (ASN) bekerja secara daring.

“Kami memutuskan untuk mengeluarkan surat edaran. Para pelajar di Jember boleh mengikuti kegiatan belajar secara daring,” ujar Bupati Fawait, Selasa (29/7/2025).

Kebijakan ini berlaku untuk siswa jenjang SD dan SMP, yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan. Sementara untuk siswa SMA dan SMK, Pemkab Jember akan berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, karena kewenangannya berada di tingkat provinsi.

“Dispendik akan berkoordinasi dengan Cabdin Provinsi yang membawahi SMA di Jember,” tambah Fawait.

Selain untuk pelajar, SE juga diterbitkan bagi ASN yang tidak menjalankan tugas layanan langsung kepada masyarakat. Mereka diperkenankan bekerja dari rumah untuk sementara waktu, guna mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM.

“Kami beri kesempatan ASN yang tak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik untuk bekerja dari rumah,” jelasnya.

Fawait, yang juga dikenal dengan sapaan Gus Fawait, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi pasokan BBM di wilayahnya. Ia bahkan akan turun langsung ke sejumlah SPBU untuk memastikan distribusi tetap berjalan dan akan mengajukan permohonan prioritas suplai ke Pertamina pusat.

“Besok kami akan turun ke lapangan untuk memantau langsung SPBU. Kami juga akan mengirim surat resmi ke Pertamina agar Jember diprioritaskan dalam distribusi BBM,” katanya.

Terkait operasional kendaraan layanan darurat seperti ambulans, Fawait memastikan kebutuhan bahan bakarnya tetap terjamin.

Baca Juga :  Apresiasi Kader Posyandu, Bupati Jember Berikan Asuransi Kesehatan dan Ketenagakerjaan  

“Kami sudah pastikan ambulans mendapat prioritas. Mobilitas layanan kesehatan tetap aman,” tegasnya.

Fawait menutup dengan komitmen bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi krisis ini. “Kami akan mencari jalan keluar dari krisis BBM ini secara bersama-sama dan sebaik mungkin untuk masyarakat,” pungkasnya. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.