Silvia, Marketing Manager Marvell City Mall (tengah) bersama Billy Junior Founder Pandora (kiri) dan Adrian Martinus Co Founder Pandora dan penggagas Enigma Box (kanan) saat jumpa media di Surabaya, Jumat (25/7/2025) (kilasjatim.com/Nova)
KILASJATIM.COM, Surabaya – Bagi penyuka film film bergenre horor, sepertinya sangat pas jika masuk di ruang yang menebar suasana mistis dan penuh sensasi yangbuat bulu kuduk merinding.
Marvel City, mall di kawasan selatan Surabaya ini menawarkan sensasi dengan menghadirkan wahana
Pandora Box Nightmare Festival. Bukan sekadar festival biasa karena ada aroma mistis yang menyelinap di antara lorong-lorong Marvell City Mall, terhitung sejak
25 Juli hingga 31 Agustus 2015.
Mengusung tema “Dunia Astral: I See You Too.” Bukan hanya menakut-nakuti, tapi juga mengajak siapa saja yang berani, untuk mencari jasadnya sendiri di dunia lain. Tidak mudah. Tidak semua pulang dengan cerita yang sama. Ada yang tertawa, ada yang menjerit, ada pula yang diam-diam menyesal masuk ke dalam
Masuk ke wahana RSUD Astamaya, tak bisa sembarangan. Hanya enam orang sekali jalan. Di balik pintu, dunia astral menunggu. Bukan hanya menakut-nakuti, tapi juga mengajak pengunjung untuk menyelesaikan sebuah misi agar mereka yang terjebak dalam rumah sakit Astral tersebut, bisa bebas keluar. Ada yang keluar tertawa, ada yang menjerit, ada pula yang diam-diam menyesal sudah masuk.
Billy Junior Founder Pandora menjelaskan, saat pengunjung berada di rumah hantu, mereka akan mengalami pengalam menyeramkan yang lebih nyata tanpa para hantu menyentuh pengunjung.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman horor yang berbeda. Desain wahana dan durasinya kami buat lebih panjang, lebih detail. Bukan sekadar jump scare, tapi sensasi seperti di film—diwujudkan nyata,” ujar Billy kepada media di Surabaya Jumat (25/7/2015)
Bagi yang ingin sensasi berbeda, Enigma Box menawarkan “Museum Heist.” Di sini, bukan sekadar adu nyali, tapi juga adu strategi. Tugasnya sederhana—menukar permata asli dengan imitasi, tanpa ketahuan. Tapi, siapa bilang sederhana itu mudah?
Pada kesempatan yang sama, Adrian Martinus Co Founder Pandora dan penggagas Enigma Box, menegaskan, di festival Pandora horor bukan cuma soal takut. Tapi juga strategi dan kecerdikan.
“Bagi yang tak suka horor, ada Predator Land, wahana airsoftgun yang penuh adrenalin, tanpa hantu. Atau Kotakatik, puzzle dengan hadiah uang tunai sejuta rupiah bagi yang berhasil membuka peti harta karun. Game Station dan Gypsy Lounge juga siap menampung mereka yang ingin sekadar melepas penat atau mencoba ramalan tarot,’ jelasnya.
Pengunjung bisa juga mengintip masa depan di tengah kegelapan. Di Gypsy Lounge, kartu tarot siap membisikkan rahasia hidupmu.
Untuk menikmati berbagai wahana ini, harga tiket weekdays adalah Rp50.000 dan weekend Rp60.000. Tiket bisa dibeli secara online atau scan QRIS di lokasi. Syaratnya, minimal usia lima tahun—tentu saja dengan pendampingan orang tua. Satu kelompok, enam sampai delapan orang. Lebih ramai, lebih seru. Lebih menegangkan.
Silvia, Marketing Manager Marvell City Mall berharap dengan Festival Pandora 2015 digelar di Marvel City, harapannya Marvell City Mall bukan sekadar tempat belanja.
“Kami berupaya menghadirkan Pandora Box sekaligus mengajak anak muda Surabaya bisa memanfaatkan untuk ajang kreatifitas
“Marvel City menjadi lokasi yang menampung komunitas yang menggali dan melampiaskan bakat mereka seperti olah raga, seni dan banyak.lagi lainnya. Tempat berkumpul, berkreasi, dan menyalurkan bakat,” ujar Silvia.
Pandora Box Nightmare Festival bukan sekadar rumah hantu. Ini panggung bagi komunitas, kreativitas, dan cerita-cerita baru di Surabaya. Tahun ini, Pandora Box menargetkan 20.000 pengunjung selama 38 hari. (nov)




