KILASJATIM.COM, Surabaya – Harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali mengalami fluktuasi per Jumat, 25 Juli 2025. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), sejumlah komoditas mencatatkan kenaikan, sementara lainnya justru turun.
Bawang merah naik Rp1.200 atau 2,75 persen menjadi Rp33.227/kg, dan cabai merah keriting naik Rp583 (1,92%) menjadi Rp31.043/kg. Sebaliknya, cabai rawit merah turun Rp1.006 (2,48%) menjadi Rp39.556/kg, dan daging ayam kampung melemah Rp816 (1,20%) menjadi Rp67.378/kg.
Fluktuasi ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat, mengingat harga sembako sangat mempengaruhi pengeluaran harian.
Beberapa harga bahan pokok lainnya tercatat stabil, dengan rincian sebagai berikut:
- Beras Premium: Rp14.955/kg
- Beras Medium: Rp13.005/kg
- Gula Kristal Putih: Rp16.571/kg
- Minyak Goreng Curah: Rp18.515/liter
- Minyak Kemasan Sederhana: Rp17.413/liter
- Minyakita: Rp16.514/liter
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp118.896/kg
- Daging Ayam Ras: Rp31.434/kg
- Telur Ayam Ras: Rp27.190/kg
- Telur Ayam Kampung: Rp46.647/kg
- Bawang Putih: Rp30.889/kg
- Cabai Merah Besar: Rp32.102/kg
- Garam Halus: Rp9.473/kg
- Gas Elpiji: Rp19.676/tabung
Selain sembilan bahan pokok utama seperti beras, minyak, daging, dan telur, kebutuhan bumbu dapur seperti cabai dan bawang juga menjadi perhatian karena harganya yang rentan naik.
Perubahan harga sembako disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun kebijakan pemerintah. Di antaranya:
- Keseimbangan Pasokan dan Permintaan: Permintaan tinggi dengan pasokan terbatas dapat memicu lonjakan harga.
- Cuaca dan Musim: Hujan ekstrem atau musim kemarau panjang dapat menurunkan hasil panen, memicu kelangkaan komoditas.
- Kebijakan Pemerintah: Regulasi impor, subsidi, hingga perubahan tarif pajak turut memengaruhi dinamika harga.
- Kurs Mata Uang: Bahan pokok impor sangat dipengaruhi fluktuasi nilai tukar.
- Biaya Produksi: Kenaikan harga pupuk, BBM, dan logistik berdampak langsung pada harga jual.
- Masalah Distribusi: Hambatan seperti kemacetan, mogok sopir, atau gangguan pasokan dapat menekan distribusi barang ke pasar.
- Kondisi ini menuntut pengawasan yang cermat serta respons kebijakan yang tepat agar harga tetap stabil, terutama menjelang hari-hari besar nasional atau saat panen belum optimal.
Catatan: Harga di atas merupakan harga rata-rata wilayah Jawa Timur. Harga aktual di pasar tradisional atau ritel modern bisa berbeda tergantung lokasi dan kebijakan pedagang. (cit)
