Surabaya Incar Rp42 Triliun, Fokus ke Sektor Hijau & Kreatif

oleh -1813 Dilihat
oleh
Foto; Alun Alun Surabaya (ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menetapkan target ambisius untuk meraih investasi sebesar Rp42 triliun pada tahun 2025. Target ini didorong oleh tren pertumbuhan investasi yang terus meningkat, menjadikan Kota Pahlawan sebagai salah satu penopang ekonomi utama di Jawa Timur dan skala nasional.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya, Laksidi, mengatakan Surabaya memiliki potensi besar untuk menarik investor, terutama di sektor-sektor prioritas.

“Kami ingin menarik lebih banyak investasi ke sektor ekonomi hijau, pariwisata, industri kreatif, dan logistik,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).

Ia menambahkan bahwa peningkatan investasi bukan hanya soal angka, tetapi juga perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan kualitas layanan investasi melalui kolaborasi lintas sektor.

Dukungan DPRD Kota Surabaya, lanjutnya, dibutuhkan dalam berbagai hal strategis, seperti penyederhanaan regulasi daerah, penyusunan Peraturan Wali Kota tentang Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM), serta penguatan SDM dan teknologi pelayanan.

Berdasarkan data resmi dari situs Satu Data Kementerian Investasi/BKPM RI, total investasi yang masuk ke Surabaya pada triwulan IV 2024 hingga triwulan I 2025 naik signifikan. Nilainya melonjak dari Rp6,53 triliun menjadi Rp7,71 triliun, atau meningkat sebesar 16,8 persen.

Selama periode tersebut, tercatat ada 119.603 pelaku usaha baru yang mulai beroperasi di Surabaya. “Sebagian besar pelaku usaha baru bergerak di lima sektor dominan,” kata Laksidi.

Kelima sektor tersebut adalah, perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makanan/minuman, penyewaan dan sewa guna usaha dan konstruksi.

Pemerintah mencatat, persebaran investasi baru paling banyak terkonsentrasi di lima wilayah administratif yakni, Kecamatan Tambaksari (Surabaya Timur), Kecamatan Sawahan (Surabaya Barat), Kecamatan Wonokromo (Surabaya Selatan), Kecamatan Kenjeran (Surabaya Utara) dan Kecamatan Gubeng (Surabaya Pusat).

Baca Juga :  Menjelang Piala Dunia U-20, FIFA Cek Struktur Tanah hingga Drainase Semua Lapangan GOR di Surabaya

Pemerintah kota berharap geliat investasi ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.