Cetak Rekor MURI,  Panen Raya Melon Davina F1 di Nganjuk Libatkan Lebih dari 1000 Petani

oleh -679 Dilihat

KILASJATIM.COM, Nganjuk –  Cetak sejarah, untuk pertama kalinya panen melon dilakukan petani terbanyak di mana melonnya sudah memasuki usia panen. Pesertanya mencapai seribu lebih  yang datang dari beberapa kota di Jawa Timur turun dan bersama sama ikut panen melon Davina F1 di lahan seluas satu hektar di Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/7/2025).

Untuk mengumpulkan jumlah petani sebanyak itu memang tidak mudah, namun dengan penuh kesadaran keikutsertaan para petani dari beberapa kota di Jawa Timur itu untuk menunjukkan bukti nyata keunggulan melon Davina F1.

Managing Director PT East West Indonesia, produsen benih Cap Panah Merah, Glenn Pardede mengatakan, kehadiran para oetani yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur ini untuk melihat dari dekat kualitas dan keunggulan melon Davina F1 dibanding melon lainnya sekaligus membuktikan kebenarannya.

“Petani perlu bukti, inilah bukti yang bisa kami berikan. Harapan kami ke depan akan  lebih banyak lagi  petani yang menanam melon Davina F1 setelah melihat hasilnya dengan panen langsung ke lokasi,” ujar Glen yang ikut turun bersama memanen melon.

Keterlibatan panen melon kualitas unggul dengan jumlah petani yang jumlahnya tidak seperti biasanya ini karena  lebih dari seribu, berhasil mencetak rekor Museum Rekor I donesia (MURI) dan berhak  mendapatkan sertifikat  untuk katagori panen melon oleh petani terbanyak di Indonesia.

Representatif MURI, Sri Widayati yang hadir melihat dari dekat aksi panen tersebut merasa kagum karena para petani sebanyak itu melalukan panen serentak.

“MURI akhirnya berkesempatan ke Kabupaten Nganjuk. Kami menyaksikan kegiatan spektakuler yaitu panen melon oleh petani terbanyak di mana melonnya sudah memasuki usia panen. Pesertanya seribu lebih petani,” kata Wida, panggilan akrabnya.

Baca Juga :  Dukung Swasembada Pangan Presiden, Pemkab dan Pupuk Kaltim Panen Demplot Padi di Banyuwangi

Pada kesempatan yang sama, Rudy Prasetya, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur  mewakili Gubernur Khofifah, mengaku Jawa Timur adalah sentra penghasil melon.

“Jawa Timur memiliki potensi yang cukup bagus sebagai penghasil melon . Kontribusi  melon  secara nasional mencapai  42 persen dari total produksi, hampir separuh melon yang beredari di oasar Indonesia berasal dari Jawa Timur,” jelas  Rudy yang juga mantan Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur itu.

Ditambahkan Rudy  Nganjuk yang selama ini masih rendah kontribusi buah melon, baru sekitar 2 persen, namun masih bisa dikembangkan dan  berpeluang besar untuk meningkatkan produksi dengan dukungan dari perusahaan benih semacam Cap Panah Merah dan bibit Davina F1.

“Peluang melon jenis Davina F1 ini peluang pasarnya cukup bagus  dengan kualitas buah berair dan tekstur daging buah yang lembut serta tidakbterlalu manis, saya yakin buah Davina F1 ini banyak diburu konsumen yang mulai selektif  memilih buah dengan kadar gula rendah,” imbuhnya.

Glenn Pardede menyambut baik yang disampaikan  Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur tersebut. menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi untuk mengembangkan melon Davina F1 secara massif. Melon ini sangat cocok di daerah di Jawa Timur.

Hal tersebut dibuktikan dengan mengembangkan bibitnya  mulai ujung barat hingga timur di Banyuwangi. Semua memiliki potensi yang luar biasa.

Salah satu petani asal Nganjuk, Suharyadi mengaku puas dengan menanam buah melon Davina F1. Hasil.melonnya benar benar berkualitas dan harga jualnya cukup tinggi.

“Sudah 1 tahun saya menanam melon bibit Davina F1 dan membuktikan hasilnya benar benar memuaskan.  Dengan masa tanam 60 hari sejak pindah tanam sudah bisa panen. Jadi setahun kami bisa panen sebanyak tiga kali,” jelasnya.

Baca Juga :  PIHPS: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp89.350 per Kg, Telur Ayam Rp32.450

Glen berkeyakinan jika petani menggunakan bibit melon Davina F1 akan mendapatkan keuntungan yang lumayan besar. Pihaknya akan membantu para  petani dengan  menyiapkan tenaga pendamping yang bisa membantu petani untuk bisa menghasilkan melon yang melimpah.

Glen pun meyakinkan bahwa kualitas melon yang dihasilkan  sangat spesial dan memiliki keunggulan dibanding varietas lainnya. Di antaranya memiliki ketahanan tinggi terhadap virus yang sering menyerang melon lokal, masa panen lebih cepat (±55HST), ideal untuk sistem tanam intensif serta buah kuat, tahan simpan dan cocok untuk pasar modern.

“Kami berani memasang target untuk satu hektar lahan akan menghasilkan  targetkan 45 ton buah melon,” pungkasnya. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.