ITS Terima Hibah Bus, Awali Kolaborasi Strategis dengan SPS dan SMB Group

oleh -312 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima hibah satu unit bus operasional dari SPS Corporate dan SMB Group sebagai bentuk dukungan konkret terhadap mobilitas dan penguatan kerja sama riset antara kampus dan industri.

Seremoni serah terima bus digelar di halaman Rektorat ITS pada Senin (14/7/2025), dihadiri oleh pimpinan ITS serta jajaran eksekutif SPS Corporate dan SMB Group.

Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa bantuan ini akan sangat berguna untuk menunjang aktivitas mahasiswa, khususnya untuk keperluan lomba, kunjungan lapangan, maupun kegiatan luar kampus lainnya. “Transportasi menjadi kebutuhan penting bagi mobilitas mahasiswa. Bantuan ini sangat bermanfaat,” ujarnya.

Namun, kontribusi SPS dan SMB Group kepada ITS bukan semata donasi alat transportasi. Menurut Prof. Bambang, sinergi ini akan terus berkembang ke arah yang lebih strategis, terutama melalui kerja sama riset untuk substitusi impor di sektor industri.

“Salah satu fokus SPS adalah mengurangi ketergantungan pada produk luar. ITS siap menjawab tantangan itu lewat inovasi dan teknologi lokal,” tegasnya. Pemetaan potensi kolaborasi sudah dimulai dengan kunjungan tim ITS ke fasilitas SPS, khususnya untuk menggali peluang riset dalam pengembangan bahan kimia dan mesin produksi lokal.

Lebih lanjut, Prof. Bambang menyebut bahwa hubungan ITS dengan dunia industri adalah bagian dari DNA kampus teknologi. “Alumni kami banyak yang berkiprah di SPS. Ini bukan sekadar hubungan kelembagaan, tapi juga jejaring kontribusi untuk negeri,” tandasnya.

Presiden Direktur PT Sun Paper Source sekaligus perwakilan SPS Corporate, Ronald Rusco, yang juga alumnus ITS, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk balas budi terhadap almamater.

Baca Juga :  Bandara Yogyakarta International Airport Jadi Mahakarya Keunggulan Semen SIG

“ITS telah banyak berjasa. Kami ingin kembali berkontribusi, tidak hanya lewat donasi, tetapi juga lewat kerja sama nyata di bidang riset dan teknologi,” ujarnya.

Menurutnya, banyak kebutuhan industri—seperti bahan kimia dan mesin produksi—yang selama ini bergantung pada impor sebenarnya bisa diproduksi secara lokal. “Setelah diskusi dengan tim dari Teknik Kimia ITS, kami optimistis itu bisa direalisasikan,” ucapnya.

Ia juga menyebut peran jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan bidang lainnya sangat penting untuk mendesain dan memproduksi teknologi sesuai kebutuhan industri nasional. “Kami percaya, kolaborasi ini akan jadi langkah nyata kemandirian industri berbasis riset anak bangsa,” tutupnya.(tok)