Bediding Datang, Suhu di Surabaya dan di Jatim Saat Malam Anjlok

oleh -1198 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Warga Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa Timur mulai merasakan suhu udara malam hari yang lebih dingin dari biasanya. Fenomena ini dikenal sebagai bediding, istilah lokal untuk menyebut penurunan suhu udara secara signifikan pada malam hingga dini hari selama musim kemarau.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, bediding merupakan fenomena yang umum terjadi pada awal hingga puncak musim kemarau, yakni sekitar Juli hingga Agustus.

“Berdasarkan pantauan kami sejak 1 Juli, suhu minimum di beberapa wilayah memang menunjukkan tren penurunan,” kata prakirawan cuaca BMKG Kelas I Juanda, Jumat (11/7/2025).

Suhu minimum tercatat menyentuh kisaran 22–24 derajat Celcius, sementara suhu maksimum di siang hari berada pada 25–26 derajat Celcius. Meski perbedaannya hanya 1–2 derajat, Siska menegaskan, hal itu cukup terasa bagi masyarakat, terutama saat dini hari.

Fenomena bediding dipicu oleh angin muson timur yang berasal dari Benua Australia dan bergerak menuju Asia. Angin ini membawa massa udara dingin dan kering, sehingga saat malam hari suhu udara dapat mencapai titik minimum.

Selain itu, minimnya uap air di musim kemarau membuat pembentukan awan berkurang drastis. Tanpa “selimut” awan, panas dari permukaan bumi lepas ke atmosfer tanpa hambatan, menyebabkan udara malam terasa lebih dingin.

“Biasanya, awan berfungsi sebagai penghalang panas. Ketika langit bersih tanpa awan, panas langsung terlepas ke luar angkasa. Itulah yang membuat suhu turun drastis,” jelasnya.

Ia menambahkan, bediding adalah fenomena musiman yang terjadi hampir setiap tahun di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Timur. Wilayah dataran tinggi bahkan bisa mengalami embun es atau kristal saat suhu terus menurun.

Baca Juga :  Gunung Semeru Erupsi Lagi, Warga Diimbau Waspada dan Patuhi Rekomendasi PVMBG

Fenomena ini, meski alami, bukan tanpa dampak. Siska mengingatkan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh karena suhu dingin berpotensi menurunkan daya tahan.

Selain itu, bediding dapat memengaruhi sektor pertanian dan peternakan. Embun es di dataran tinggi dapat merusak tanaman dan menurunkan hasil panen, sementara hewan ternak—khususnya unggas—lebih rentan terhadap penyakit akibat suhu dingin. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.