KNKT Mulai Investigasi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

oleh -638 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan investigasi atas insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya (sebelumnya disebut KMP Tunu Pratama) yang karam di Selat Bali, Rabu (2/7) malam.

Ketua KNKT Soejanto Tjahjono menyatakan, fokus awal investigasi adalah memastikan apakah kapal memenuhi syarat untuk mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

“Kami mulai dari titik kapal berangkat, karena kapal ini memiliki SPB saat bertolak. Kami ingin memastikan apakah semua persyaratan seperti kelaikan kapal dan dokumen telah dipenuhi,” ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (4/7/2025).

Selain aspek administratif, KNKT juga menyelidiki pelaksanaan prosedur tanggap darurat saat kecelakaan terjadi.

“Kapal seharusnya sudah dilatih menghadapi kondisi darurat. Kami juga sudah mengumpulkan beberapa bukti, termasuk video dari media sosial, untuk menilai bagaimana respons kru saat insiden berlangsung,” ungkapnya.

Ia menegaskan, investigasi KNKT bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, bukan untuk mencari pihak yang bersalah. Namun, hasil investigasi dapat menjadi rujukan penting bagi peningkatan keselamatan pelayaran.

Meski demikian, untuk sementara KNKT tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bersama tim gabungan.

“Kami berkoordinasi dengan tim SAR. Setelah operasi SAR selesai, barulah investigasi lanjutan dilakukan secara menyeluruh,” imbuhnya.

Kapal feri tersebut membawa 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan. KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pukul 22.56 WIB menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Namun sekitar pukul 23.35 WIB, kapal dilaporkan tenggelam di tengah lintasan.

Hingga Jumat sore, data dari Posko SAR mencatat 29 penumpang selamat, enam meninggal dunia, dan 31 lainnya masih dalam pencarian. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.