KILASJATIM. COM, Malang – Di rumah saja, dengan alasan tak enak badan. Kena angin sedikit pulang masuk angin, panasan berasa pusing. Malamnya sakit gigi berkepanjangan. Semua penyakit kompak berdatangan. Pernahkah kalin merasa demikian?
Minum obat tentu, pijit, kerokan dan minum tolak angin setiap hari agar tidur lebih nyenyak sampai berganti hari. Sayangnya menjelang pukul 02.00 an, seringkali angin menyapu pipi, seperti membangunkan “Hei ayo sakit gigi,” segera cenat-cenut sampai pagi. Begitu berulang-ulang. Hampir dua bulan badan mengalami hal semacam ini.
Sampai satu hari, kakak menyampaikan kemungkinan saya gejala autoimun. Seperti yang melintas di layar FYP X (Twitter). Sebab saya mengalami sakit tidak tidak jelas yang disebabkan stres, kepikiran.
“Tidak mungkin, saya ini orang yang baik-baik saja,” kata saya sambil memintanya untuk memijat punggung.
Ia menyampaikan mungkin ada beban pikiran yang tidak saya akui. Meski mulut berkata baik-baik saja. Ya, sejak adek anak bontot saya ujian. Sesungguhnya saya berharap ia melanjutkan kuliah.
Tetapi, ia menolak dengan caranya. Sejak lolos eligible dikelas, guru menyarankan untuk memilih kuliah di jurusan yang sesuai yakni Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian atau Tata Boga. Ia menolak malah memilih Fakultas Vokasi UM, jurusan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi. Tentu saja tidak lolos sebab tidak ada nilai kimia, fisika yang diperlukan.
Seluruh anggota keluarga besar mempertanyakan. Kenapa saya tidak membimbingnya mengambil jurusan sesuai dengan jenjang akademik selama di SMK. Mereka juga menyarankan untuk mengikuti UTBK, dan ia tetap menolak. Saya berdamai dengan keputusannya.
Tapi, keluarga besar lain masih mendorong saya agar menyekolahkan dia sampai meraih gelar sarjana. Sayangnya si bontot bersih kukuh memilih bekerja di toko ritel tempatnya magang selama enam bulan lalu.
Sekali lagi saya berdamai dengan keputusannya. Tetapi, hati saya tidak bisa berbohong, menginginkan ia kuliah.
Kakak mengirim link seputar auto imun. Berharap saya membaca dan kembali sehat. Baiklah saya bacai sejumlah artikel tentang auto imun.
Dalam artikel tersebut disampaikan
autoimun sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan manusia. Gangguan autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh manusia menyerang sel tubuh yang sehat. Penyebab autoimun bisa muncul karena banyak faktor, mulai dari keturunan hingga gaya hidup tidak sehat.
Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga sel-sel dalam tubuh dari serangan virus dan bakteri. Namun, sistem imun ini malah secara tidak sengaja menyerang sel tubuh sehat. Pasalnya, sel imun menganggap sel tubuh sehat sebagai sel asing dari luar tubuh sehingga menyerangnya. Lebih dari 100 penyakit autoimun yang bisa muncul. Gejalanya cenderung mirip sehingga sulit untuk menentukan penyakit mana yang diidap. penyakit autoimun bisa mempengaruhi jaringan dan organ-organ tubuh.
Secara spesifik, gangguan autoimun ini belum diketahui alasan, mengapa sistem kekebalan tubuh menyerang sel lain. Sistem kekebalan tubuh seolah tidak tahu atau tidak bisa membedakan lagi mana sel sehat dan mana zat dari luar tubuh yang bisa merusak.
Penyebab gangguan autoimun belum diketahui secara pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi.
1. Faktor keturunan
2. Jenis kelamin perempuan (lebih 78 persen perempuan menderita autoimun)
3. Kebiasaan merokok
4. Kelebihan berat badan
5. Paparan zat kimia
6. Perubahan hormon tubuh
7. Infeksi (infeksi virus atau bakteri tertentu dapat memicu timbulnya autoimun)
Adapun gejala yang muncul dan bisa dirasakan pada beberapa bagian tubuh.
1. Nyeri sendi dan otot
2. Gangguan saluran pencernaan (kembung
susah buang air besar, mual, sakit perut, sensitif pada makanan tertentu)
3. Kulit dan rambut (gatal, ruam, kulit kering, rambut rontok, kebotakan tidak merata)
4. Sistem saraf (pusing, sakit kepala, cemas berlebih, sulit tidur, penglihatan kabur, mati rasa dan kesemutan)
4. Gejala lain lelah, demam, nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur.
Diantara gejala itu ada pada saya. Seperti sakit kepala, kembung, nyeri sendi, detak jantung tak beraturan dan kelebihan berat badan. Sungguh mengejutkan. Saya ingin sehat. Dari mana memulainya, isi kepala penuh.
Baiklah, mulai dari jujur pada diri sendiri. Menghilangkan rasa gengsi bila ditanya soal pendidikan anak bontot yang memilih bekerja. Sedang kakak nya kuliah. Berhenti berdebat, sebab yang ia sampaikan ada benarnya.
“Kuliah hanya menunda waktu untuk jadi pengganguran. Dari berita yang ku baca sebagian besar sarjana pada ngojek, penjaga warung kopi atau jualan online. Aku tidak bermaksud merendahkan, kalau untuk bekerja tersebut, mendingan molai sekarang tidak menghabiskan uang dan waktu empat tahun kuliah,” begitu ia berkelakar.
Dan saya pun diam, sebab ada dari keluarga dan kenalan kami menekuni pekerjaan tersebut. Setelahnya saya merasa lebih ringan, urusan saluran pencernaan lebih baik. Selebihnya mungkin harus belajar lagi dan lagi. (TQI)


