Penanganan Stunting di Bondowoso Berbuah Hasil, Angka Turun Jadi 11,2 Persen

oleh -1288 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menangani stunting mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Timur, prevalensi stunting di Bondowoso berhasil ditekan hingga 11,2 persen pada tahun 2024.

Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari kerja sama lintas sektor serta berbagai inovasi yang dilakukan di tingkat daerah.
Pj Sekretaris Daerah Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan kemajuan besar dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Tahun 2022 kita sempat berada di angka 37 persen, bahkan tertinggi di Jawa Timur. Tapi di 2023 turun menjadi 17 persen, dan kini di 2024 mencapai 11,2 persen,” jelasnya, Rabu (11/6/2025).

Anisatul, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial P3AKB, menyebutkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pendekatan kolaboratif serta penguatan sinergi semua pihak.

Ia menekankan bahwa penanganan stunting bukan hanya soal anggaran, melainkan juga soal inovasi dan semangat untuk bergerak lebih cepat.

“Bondowoso punya banyak inovasi lokal yang mendukung percepatan penanganan stunting. Misalnya, program ‘Kece Abis’ dari Kecamatan Curahdami dan ‘Perang’ dari Kecamatan Cermee. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa kita tak sekadar menjalankan program sesuai aturan, tapi benar-benar memberikan usaha lebih,” ujarnya.

Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan angka stunting turun lebih rendah lagi. Anisatul pun mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan anak yang tersedia.

“Kami imbau masyarakat tidak ragu datang ke Posyandu. Di sana tersedia layanan terpadu yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Semua ini bagian dari persiapan menuju generasi emas yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.