Pertagas –  Puskesmas Lamongan  Bersinergi Berantas TBC Melalui  Program ‘Aku Cinta Dia’

oleh -374 Dilihat

Pertagas dengan Program CSR menggelar Aksi Deteksi Dini Penyakit TBC pada Keluarga / Pasien Diabetes (Aku Cinta Dia), yang diselenggarakan pada Selasa–Rabu, 3–4 Juni 2025 di Puskesmas Lamongan.(ist/dok)

KILASJATIM.COM, Lamongan — PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina bersinergi dengan Puskesmas  Lamongan menggencarkan kegiatan sosialnya melalui Program CSR dengan Aksi Deteksi Dini Penyakit TBC pada Keluarga / Pasien Diabetes (Aku Cinta Dia), yang diselenggarakan pada Selasa–Rabu, 3–4 Juni 2025 di Puskesmas Lamongan.

Komitmen  mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat khususnya kelompok rentan, dalam program CSR Punden Pakarti. Melalui unit usahanya, Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA), Pertagas OEJA hadir untuk menjalankan berbagai inisiatif sosial yang berkelanjutan dan berdampak langsung di wilayah ring 1 operasional perusahaan.

Sebagaimana disampaikan Yedo Kurniawan sebagai Head of External Relation East Region, bahwa  keberlanjutan bukan hanya konsep, tetapi gaya hidup yang harus diwujudkan bersama. Melalui program ‘Aku Cinta Dia’ menjadi refleksi nyata bagaimana kami mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan masyarakat, dimulai dari aspek kesehatan.

“Kolaborasi lintas sektor ini sejalan dengan prinsip 3P—People, Planet, Profit—di mana kami mendorong kehidupan yang lebih sehat (people), meminimalkan dampak lingkungan dari penyakit menular (planet), serta membangun ekosistem sosial yang mendukung pertumbuhan bersama (profit). Inilah bentuk nyata komitmen kami untuk mendorong pola hidup berkelanjutan di wilayah operasional,” ujar Yedo Kurniawan dalam siaran resminya.

Selain itu, melalui program CSR ini Pertagas berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Dengan kolaborasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dari penyakit TBC, khususnya pada kelompok berisiko. Upaya ini juga bertujuan menekan penyebaran penyakit serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah ring 1 operasional Pertagas OEJA.

Baca Juga :  LPS Fasilitasi Pengembangan Batik Indonesia Berteknologi Modern

Sementara itu, dr. Moh. Mahzumi, Kepala Puskesmas Lamongan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah langkah penting dalam mempercepat pencapaian Indonesia Bebas TBC 2030 melalui deteksi dini yang tepat sasaran. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara Pertagas OEJA, tenaga medis, dan kader desa sangat membantu dalam menjangkau masyarakat berisiko dan mencegah penyebaran penyakit ini.

“Kolaborasi dengan Pertagas OEJA memberikan energi baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC di wilayah kami. Dukungan sumber daya dan pelatihan kader yang intensif memperluas jangkauan deteksi dini sehingga kasus dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat. Ini adalah langkah nyata mendukung target nasional Indonesia Bebas TBC 2030 yang memerlukan sinergi semua pihak” papar dr. Moh. Mahzumi.

Program Aku Cinta Dia merupakan bentuk intervensi kesehatan berbasis komunitas yang bertujuan mencegah penyebaran Tuberkulosis (TBC) melalui deteksi dini pada kelompok berisiko, seperti pasien diabetes dan keluarga yang serumah dengan pasien TBC.

Sebelum pelaksanaan skrining, dilakukan pendataan menyeluruh terhadap pasien oleh Kader TB di 18 desa sekitar Kec. Lamongan. Setelah itu, para Kader melaporkan ke Puskesmas sebagai dasar untuk menjadwalkan pemeriksaan.

Skrining dilakukan menggunakan metode rontgen thorax yang mampu mendeteksi keberadaan infeksi TBC secara dini. Pelaksanaan skrining ini melibatkan sekitar 120 peserta, terdiri dari pasien diabetes, keluarga pasien TBC, dan warga berisiko lainnya.

dr. Muhammad Badrut Tamam selaku dokter Puskesmas Lamongan mengatakan bahwa pendekatan berbasis komunitas dengan keterlibatan kader desa sangat efektif dalam menjangkau masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini TBC.

“Program ini membantu tenaga medis di puskesmas untuk mendeteksi kasus lebih awal, khususnya pada pasien diabetes yang rentan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya menurup pembicaraan. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.