Bukan Gudang Buku! Gubernur Khofifah Minta Perpustakaan Jadi ‘Ruang Hidup’

oleh -894 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyoroti pentingnya keseimbangan antara literasi digital dan literasi manual. Meski digitalisasi memudahkan akses informasi, ia menyebut bahwa menulis tangan dan membaca buku fisik tetap esensial untuk mengasah sensitivitas dan rasa.

Ia mencontohkan Jepang dan Korea Selatan, yang kini justru kembali mendorong kebiasaan menulis manual di kalangan pelajar.

“Pabrik kertas di Mojokerto sampai kewalahan memenuhi permintaan dari luar negeri. Ini bukti bahwa kebiasaan menulis tangan masih relevan dan bahkan meningkat,” ujar Khofifah dalam peresmian Pekan Literasi Jawa Timur 2025 di di halaman Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Rabu (21/5/2025).

Khofifah juga menegaskan, bahwa literasi tidak sekadar soal kemampuan membaca. “Literasi adalah keterampilan memahami, mengolah informasi, dan membentuk cara berpikir kritis, kreatif, serta produktif,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi semua pihak — pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas — untuk memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tak hanya bicara konsep, Khofifah juga membagikan pengalaman pribadinya dalam mendistribusikan buku ke daerah tertinggal seperti Pegunungan Tengah Papua dan komunitas Suku Anak Dalam. Buku-buku yang dibawanya mencakup resep masakan, pola hidup sehat, hingga buku bergambar yang mudah dicerna.

“Literasi harus menjangkau siapa pun, bahkan yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau oleh transportasi,” ungkapnya.

Bagi Khofifah, literasi adalah hak semua warga negara, bukan hanya milik mereka yang tinggal di kota besar.

Mantan Mensos ini juga berharap, agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tapi menjadi ruang hidup — tempat belajar, berdiskusi, dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Literasi bukan hanya mencerdaskan, tapi juga memanusiakan. Jika ingin bangsa ini maju, kita harus mulai dari literasi – di rumah, sekolah, kampus, hingga pelosok desa,” pungkas Khofifah. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.