Jelang Idul Adha, RPH Surabaya Optimistis Penjualan Sapi Naik Meski Harga Melonjak

oleh -1052 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya targetkan penjualan sapi untuk hewan kurban Idul Adha akan meningkat meski ekonomi sedang lesu serta pasokan sapi di pasaran cenderung langka dan mahal.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, mengungkapkan penjualan sapi akan naik sekitar lima persen dari tahun lalu yang mencapai 137 ekor sapi dan permintaan jasa pemotongan mencapai 172 ekor.

Pihaknya fokus pada penjualan sapi, mengingat kemungkinan masyarakat beralih ke hewan kurban lain yang lebih terjangkau.

“Kami fokus sapi. Karena melihat pasokan sapi di masyarakat langka dan mahal, mudah-mudahan enggak terjadi ya ada sedikit penurunan permintaan pemotongan sapi. Tapi kami optimis akan terjadi kenaikan paling tidak lima persen dibanding tahun lalu,” kata Fajar saat dikonfirmasi kilasjatim.com, Kamis (15/5/2025).

RPH Surabaya akan menyediakan maksimal 100 ekor sapi lokal berbagai jenis, seperti Sapi Madura, Simental, Pegon, dan Limousin dengan berat 250-400 kilogram.

Sapi-sapi tersebut akan datang bertahap mulai 22 Mei 2025. Hingga saat ini, sudah ada 60 orang yang memesan sapi kurban melalui RPH.

Selain menyediakan sapi kurban, RPH juga mendirikan posko edukasi masyarakat. Posko ini memberikan informasi dan konsultasi terkait ketentuan sapi kurban, kesehatan hewan, bobot ideal, serta tata cara berkurban yang sehat dan sesuai syariat Islam.

Masyarakat dipersilakan mengunjungi posko tersebut untuk berkonsultasi, meskipun tidak membeli sapi dari RPH.

Fajar menekankan pentingnya memilih hewan kurban yang sehat. Sapi-sapi di RPH diberikan vitamin, istirahat cukup, diperiksa dokter hewan secara berkala, dan kandang dijaga kebersihannya. Hewan yang sakit akan langsung diisolasi dan diberi perawatan intensif.

“Sebaiknya pilih hewan yang enggak pernah sakit. Kalau di RPH, (hewan) kami berikan vitamin, istirahat, diperiksa dotker hewan, kebersihan kandang diperhatikan, ketika ada yang sakit akan langsung diisolasi itu treatment (perawatan) yang kami kakukan di sini,” pungkas Mantan Ketua KPID Jatim ini. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.