KILASJATIM.COM, Jakarta – Gelombang panas dan kondisi kering terus menjadi kendala utama dalam proses pemindahan jemaah calon haji menuju Makkah. Berdasarkan pantauan terkini dan laporan prakiraan cuaca dari The Weather Channel, suhu di Makkah telah mencapai 39 derajat Celsius pada pukul 09.09 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kondisi ini diperkirakan akan semakin meningkat, dengan prediksi suhu puncak mencapai 45 derajat Celsius pada siang hari nanti. Angin dilaporkan bertiup dengan kecepatan 19 kilometer per jam, sementara tingkat kelembapan udara sangat rendah, hanya berada di angka 11 persen. Indeks sinar ultraviolet (UV Index) di Makkah juga tercatat tinggi, yakni level 5 dari skala 11, yang mengindikasikan risiko paparan sinar matahari yang signifikan.
Situasi serupa juga terpantau di Madinah, kota yang menjadi salah satu titik keberangkatan penting bagi jemaah haji. Pada pagi ini, suhu di Madinah tercatat 34 derajat Celsius dan diperkirakan akan terus naik hingga mencapai 41 derajat Celsius pada siang hari. Kelembapan udara di Madinah juga rendah, berada di kisaran 14 persen, dengan kecepatan angin mencapai 23 kilometer per jam. Langit di Madinah juga cerah tanpa adanya potensi hujan, dan indeks UV juga berada pada level 5.
Kondisi cuaca ekstrem ini menimbulkan risiko tinggi terhadap kesehatan jemaah, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia. Paparan sinar matahari secara langsung dalam kondisi panas dan kering dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi danHeatstroke.
Sementara itu, fase pemindahan jemaah dari Madinah ke Makkah masih terus berlangsung. Proses ini akan berlanjut hingga seluruh kelompok terbang (kloter) menyelesaikan proses miqat di Bir Ali. Setelah itu, para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib, yang merupakan rangkaian ibadah haji di tahap awal.
Pihak berwenang dan petugas haji di lapangan diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan perhatian khusus kepada para jemaah, terutama dalam hal hidrasi dan perlindungan dari paparan sinar matahari langsung. Jemaah juga dianjurkan untuk mengikuti arahan petugas dan menjaga kondisi fisik selama proses pemindahan dan pelaksanaan ibadah.(den)



