KILASJATIM.COM, Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) harus menelan kekalahan menyakitkan 1-3 dari Nice di kandang sendiri, Parc des Princes, dalam lanjutan Ligue 1 pada Sabtu (26/4/2025). Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, kurangnya efisiensi membuat Les Parisiens harus mengakui keunggulan tim tamu yang bermain efektif.
Pelatih PSG, Luis Enrique, tidak menyembunyikan rasa frustrasinya usai laga. Ia menilai anak asuhnya bermain baik, namun gagal mengonversi dominasi menjadi kemenangan.
“Kami merasa sangat frustrasi saat ini. Namun, inilah sepak bola—kadang hasil tidak mencerminkan performa,” ujar Enrique seperti dikutip dari PSG Official.
Enrique menyebut PSG pantas meraih kemenangan jika dilihat dari jalannya pertandingan. Namun, ketajaman di lini depan menjadi sorotan. Ia juga memberikan apresiasi terhadap permainan disiplin dan efektif yang diperlihatkan oleh Nice.
“Kami pantas menang, tapi jika tidak mencetak gol, Anda tidak bisa berharap lebih,” tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, gelandang PSG, Vitinha, mengakui bahwa kurangnya efisiensi menjadi penyebab utama kekalahan timnya. Ia juga menyoroti penampilan impresif kiper Nice, Marcin Bulka, yang tampil gemilang sepanjang laga.
“Mereka mencetak gol dari sedikit peluang yang mereka punya, sementara kami gagal memanfaatkan momen penting,” kata Vitinha.
Meski kecewa, Vitinha menegaskan bahwa tim harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke laga penting berikutnya di Liga Champions, menghadapi Arsenal.
“Kami adalah tim hebat dengan banyak kualitas. Sekarang saatnya bangkit dan bersiap untuk laga di London,” tutupnya.
Kekalahan ini tak menggoyahkan posisi PSG di puncak klasemen Ligue 1 dengan koleksi 78 poin dari 31 laga. Mereka masih unggul 23 poin dari Marseille yang berada di posisi kedua. Sementara itu, kemenangan ini membawa Nice naik ke peringkat empat, melewati Lille.(den)
