Apindo Bantah Tudingan PHK Massal untuk Hindari Pembayaran THR

oleh -950 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) angkat bicara terkait tudingan bahwa sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal guna menghindari kewajiban membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan.

Belakangan ini, berbagai kasus PHK terjadi di beberapa sektor industri, termasuk pabrik piano, komponen elektronik, alas kaki, hingga pabrik bulu mata palsu. Sebelumnya, PHK juga melanda pabrik sepatu pemasok merek global di Tangerang serta raksasa tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Namun, pengusaha menegaskan bahwa kebijakan PHK bukanlah upaya untuk menghindari kewajiban membayar THR kepada pekerja.

“Itu tidak benar, itu hanya anggapan dari pihak yang kurang memahami kondisi perusahaan,” ujar Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jakarta, Nurjaman, Sabtu (15/3/2025).

Nurjaman menilai bahwa tuduhan mengenai PHK yang disengaja menjelang Lebaran untuk menghindari pembayaran THR adalah asumsi yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa setiap perusahaan tetap memiliki kewajiban yang harus dipenuhi.

“Yang bicara begitu kan anggota dewan yang terhormat, tapi mereka tidak turun langsung ke lapangan untuk memahami situasi perusahaan. Mereka hanya mencari kambing hitam saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai bahwa fenomena PHK yang terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri adalah strategi perusahaan untuk menghindari kewajiban membayar THR kepada karyawan.

“Ini adalah bentuk eksploitasi yang tidak hanya mencederai hak pekerja, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan dari pemerintah,” kata Edy.

Polemik mengenai PHK menjelang Lebaran ini masih terus menjadi perdebatan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Apindo berharap ada komunikasi yang lebih baik antara semua pihak agar kebijakan perusahaan tidak selalu disalahartikan dan dapat dipahami secara objektif sesuai kondisi industri yang dihadapi. (den)

No More Posts Available.

No more pages to load.