Bulog Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan

oleh -1052 Dilihat

KILASJATIM.COM, Ponorogo – Dalam rangka menjaga stabilitas pangan menjelang bulan Ramadhan, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, bersama Pimpinan Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, serta anggota Komisi IV DPR RI, melakukan kunjungan ke Komplek Pergudangan Gulun, Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo, pada Rabu (19/2/2025).

Kunjungan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Komandan Kodim 0804 Magetan, serta beberapa Kepala Dinas terkait. Selain meninjau kondisi gudang, mereka juga melakukan pengecekan langsung terhadap stok beras yang tersedia.

Pimwil Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengungkapkan bahwa target pengadaan setara beras di wilayah Jawa Timur tahun ini mencapai 593.000 ton. Hingga 19 Februari 2025, Perum Bulog Kancab Ponorogo telah merealisasikan pengadaan setara beras sebanyak 5.400 ton. Sementara itu, secara keseluruhan, realisasi pengadaan beras di Jawa Timur telah mencapai 40.000 ton.

“Dengan jumlah beras yang tersedia, masyarakat tidak perlu khawatir akan kebutuhan pangan selama bulan Ramadhan. Kami optimis dapat merealisasikan target pengadaan beras yang telah ditetapkan,” ujar Langgeng.

Ia juga menambahkan bahwa Bulog terus berupaya menyerap hasil panen petani lokal guna menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan kapasitas penyimpanan gudang mencapai 10.000 ton, Bulog tetap berkomitmen untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Ketua Rombongan Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis, yang turut serta dalam peninjauan stok beras, menyampaikan bahwa persediaan di Gudang Bulog Gulun saat ini mencapai lebih dari 4.000 ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa. Ia juga mengonfirmasi bahwa sebagian stok beras di gudang berasal dari impor tahun 2024, sementara untuk tahun 2025, impor beras tidak lagi dilakukan.

Baca Juga :  Produksi Padi Tetap Stabil Saat Musim Kemarau  

“Setelah kami melakukan pengecekan, stok beras di Gudang Bulog Gulun cukup untuk menghadapi bulan puasa. Kami juga memastikan bahwa beras impor yang tersimpan di dalam gudang merupakan sisa impor dari tahun 2024, karena tahun 2025 sudah tidak ada impor lagi,” jelas Kharis.

Menariknya, hasil perbandingan antara beras impor dari Vietnam dan Pakistan dengan beras lokal menunjukkan bahwa kualitas beras Indonesia lebih unggul. Beras lokal dinilai memiliki ukuran lebih besar dan lebih bersih dibandingkan dengan beras impor. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat semakin mencintai dan mengutamakan konsumsi beras dalam negeri.

“Saat ini sudah memasuki masa panen, dan beras hasil panen dari masyarakat Magetan sudah mulai masuk ke Bulog. Jika dibandingkan secara seksama, beras lokal ternyata lebih unggul daripada beras impor. Kita harus bangga dengan produk dalam negeri dan mengapresiasi Bulog yang terus memperhatikan kesejahteraan petani dengan membeli gabah atau beras langsung dari mereka dengan harga sesuai penugasan pemerintah,” pungkasnya. (den)

No More Posts Available.

No more pages to load.