Khofifah Kembali Pimpin Muslimat NU 2025-2030

oleh -626 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Berakhirnya Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan Khofifah Indar Parawansah sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU periode 2025-2030

Kongres yang digelar di Asrama Haji dan usai pada Sabtu (15/2)dini hari itu juga menjadikan Arifatul Choiri Fauzi atau yang akrab dikenal Arifah Fauz sebagai Ketua PP Muslimat NU yang sebelumnya dijabat oleh Khofifah.

Usai terpilih, Khofifah menegaskan bahwa memang ada perubahan struktur dalam organisasi badan otonom (banom) Muslimat NU yang memiliki jemaah atau anggota sebanyak 36 juta ibu-ibu di Indonesia ini.

“Jadi ini struktur baru berdasarkan hasil koordinasi beberapa hari terakhir dan pendampingan PBNU. Jadi, ada PBNU yang memang diutus untuk melakukan pendampingan pada proses kongres oleh badan otonom sampai dengan proses pemilihan,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima kilasjatim.com, Sabtu (15/2/2025).

Dua orang perwakilan dari PBNU yang diutus untuk memberikan pendampingan selama kongres. Kedua utusan itu ikut mendampingi proses sidang komisi yang membahas soal Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT).

“Artinya, itulah (struktur baru) yang kemudian disepakati di PD/PRT, kemudian masuklah di tatib pemilihan dan sudah selesai,” tambah Khofifah.

Sebelumnya, Khofifah telah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU sebanyak empat periode sejak tahun 2000. Khofifah menjadi calon terkuat dalam kongres ini untuk terus melanjutkan kepemimpinan sebagai ketua umum.

Hal itu terlihat dalam penyampaian pandangan umum pengurus wilayah atas laporan pertanggungjawaban kepengurusan Khofifah periode tahun 2016-2024. Hampir seluruh pengurus wilayah, menyatakan dukungan untuk Khofifah agar melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Umum.

Perjalanan pemilihan ketua umum di kongres ini terbilang cukup panjang. Terutama karena adanya perubahan struktur yang cukup signifikan di tubuh Muslimat NU sebagaimana disyaratkan oleh PBNU. Di mana, PBNU mensyaratkan agar Muslimat NU disamakan struktur organisasinya seperti PBNU yakni ada jabatan rais aam dan juga ketua tanfidziyah.

No More Posts Available.

No more pages to load.