Kasus DBD di Kabupaten Malang Meningkat Tajam di Awal Tahun 2025

oleh -1121 Dilihat

KILASJATIM.COM, Malang – Musim penghujan yang terjadi sejak 1 hingga 31 Januari 2025 menyebabkan peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Malang. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, tercatat sebanyak 203 kasus DBD tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg. Ivan Drie, pada Minggu (2/2) menyampaikan kepada wartawan bahwa meskipun terjadi peningkatan kasus DBD dibandingkan bulan sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, terdapat penurunan sebanyak 42 kasus. Pada Januari 2024, jumlah kasus DBD mencapai 245 kasus.

“Penurunan kasus DBD ini disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit DBD,” ujar Ivan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yaitu Menutup, Menguras, dan Mengubur benda-benda yang berpotensi menampung air, telah banyak diterapkan oleh masyarakat. Dengan memahami pentingnya gerakan 3M terutama di musim penghujan, masyarakat semakin menekankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Meskipun angka penyebaran DBD mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Ivan juga menambahkan bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Malang masih tergolong sebagai daerah endemis DBD, salah satunya adalah Kecamatan Pakis. Oleh karena itu, pihak Dinkes melalui Puskesmas setempat terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya PHBS dan gerakan 3M. Sosialisasi ini dilakukan oleh petugas Puskesmas di masing-masing wilayah guna meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mencegah DBD.

“Kami terus melakukan sosialisasi yang lebih intens di wilayah yang memiliki angka kasus tinggi dibandingkan daerah dengan kasus lebih rendah,” paparnya.

Baca Juga :  Tindakan Proaktif dan Preventif, PLN Icon Plus Lakukan Penataan Kabel Fiber Optik di Tiang PLN Kota Malang 

Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah, tidak menggantung pakaian kotor yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menggunakan gel anti nyamuk untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yang merupakan pembawa virus dengue penyebab DBD.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing guna menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Mengingat intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Malang saat ini, genangan air di tempat-tempat kotor bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tutup Ivan. (tqi)

No More Posts Available.

No more pages to load.